JABAR EKSPRES – Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, kembali jadi sorotan. Setiap kali hujan deras mengguyur wilayah ini, banjir tak terelakkan.
ironisnya, penyebab utamanya bukan hanya curah hujan tinggi, tapi juga saluran air yang tersumbat sampah terutama sampah plastik.
Kondisi ini kian diperparah dengan buruknya sistem drainase di sepanjang jalan utama desa. Saat hujan mengguyur dengan intensitas tinggi, air dari gorong-gorong meluap, membawa serta tumpukan sampah ke jalanan dan permukiman warga.
Baca Juga:Permudah Urusan Terkait SPMB, Disdik Kota Bandung Buka Layanan TerintegrasiSekolah Nakal di Cimahi Terancam Tak Dapat Dana BOS, Ini Biang Masalahnya!
Ia menilai, rendahnya kesadaran masyarakat soal pengelolaan sampah menjadi faktor utama, namun tetap berharap Pemkab Bandung Barat tidak lepas tangan.
“Harapan saya sih ya lebih diperhatikan lagi. Seolah-olah Desa Sariwangi ini dianaktirikan. Soalnya belum pernah ada pejabat yang ke sini, baru kemarin aja Pak Bupati meninjau sampah di tanjakan Endog. Tapi beliau tidak melihat situasi drainase yang ada di Desa Sariwangi ini juga,” keluhnya.
Tak hanya soal genangan, Indri juga menyebut banjir membawa air hitam pekat yang menimbulkan bau menyengat. Situasi ini membuatnya harus ekstra bersih-bersih setiap hujan reda.
“Pernah waktu itu air meluap. Ternyata air dari got warnanya hitam banget, itu bau airnya itu sampai masuk ke rumah,” kata Indri.
Ia menyebut masalah utamanya terletak pada buruknya tata kelola drainase yang tidak lagi memadai seiring dengan banyaknya pembangunan di wilayah tersebut, termasuk kompleks perumahan baru.
