Warga Bingung Pilah Sampah, Perbanusa Soroti Gagalnya Edukasi di Cimahi

Penumpukan Sampah di Salah Satu Sudut Kota Cimahi. (Dok. Jabar Ekspres)
Penumpukan Sampah di Salah Satu Sudut Kota Cimahi. (Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi hingga saat ini belum menyediakan tempat sampah di setiap sudut kota. Alasannya, untuk menghindari penyalahgunaan oleh oknum warga yang kerap membuang sampah campur sembarangan.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah rumah tangga saat ini dikembalikan kepada koordinasi di tingkat RT/RW, melalui sistem pengumpulan yang mengacu pada pemisahan sampah organik dan anorganik berdasarkan hari.

“Kita menerapkan kalender pemisahan. Ini supaya masyarakat juga terbiasa memilah sampah dari rumah,” ujarnya belum lama ini.

Baca Juga:Sungai di Kecamatan Citeureup Sempat Terkontaminasi, Sastra Winara Tekankan Pentingnya Tanggung Jawab Perusahaan Jaga LingkunganSLBN A Padjajaran Direnovasi untuk Sekolah Rakyat, Siswa Pindah Sementara lalu Belajar Bersama

“Awalnya hanya bisa kita tekan 40 hingga 45 persen, ternyata bisa sampai 70 persen,” ungkap Adhitia.

Namun, kebijakan ini rupanya memunculkan kebingungan di kalangan masyarakat. Ketua Perkumpulan Pengelola Sampah dan Bank Sampah Nusantara (Perbanusa) Kota Cimahi, Wahyu Dharmawan, mengungkapkan masih banyak warga yang tidak memahami cara memilah sampah berdasarkan jenis dan jadwal hari pembuangannya.

“Komunikasi itu adalah seni menyampaikan agar pesan tersampaikan. Boleh jadi ada edukator yang sudah menyampaikan, tapi pesannya tidak tersampaikan. Ini soal kualitas edukator,” tegasnya.

Tak hanya kualitas, Wahyu juga menyoroti aspek kuantitas edukator yang turun ke lapangan. Menurutnya, bisa saja jumlah tenaga edukator masih terlalu sedikit sehingga jangkauan edukasi menjadi terbatas.

Namun lebih dari itu, lanjut Wahyu, edukasi seharusnya bukan sekadar memberikan informasi.

0 Komentar