Tanpa Upah, Tanpa Pamrih, Relawan Posdalops Citeureup Bergerak Demi Kemanusiaan

Relawan Posdalop Kelurahan Citeureup saat Menangani Pohon Tumbang (istimewa)
Relawan Posdalop Kelurahan Citeureup saat Menangani Pohon Tumbang (istimewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di tengah derasnya hujan dan gemuruh angin yang menggoyang pepohonan, kerap timbulkan satu per satu batang pohon tumbang menutup jalan.

Bahkan tanah bergeser, luapan air, dan sebagainya, namun tak butuh waktu lama hingga warga kembali bisa melintas. Semua itu berkat tangan-tangan relawan yang bergerak cepat, tanpa gaji, tanpa pamrih hanya berbekal semangat dan panggilan hati.

Relawan Pos Pengendalian Operasi (Posdalops) Penanggulangan Bencana Kelurahan Citeureup, Cimahi Utara, Caca (51) yang senantiasa aktif membantu masyarakat.

Baca Juga:Diajukan Permanen Sejak 2020, Kades Bojongsari Sebut Jembatan Apung Cijeruk Baleendah-Bandung Jalur Alternatif Tak Kuat Menahan Beban Kendaraan, Jembatan Apung Bojongsoang-Baleendah Patah Saat Dilintasi

Ketika Posdalops berdiri di Kelurahan Citeureup pada November 2024, Caca langsung terlibat aktif.

Ia menegaskan bahwa seluruh kegiatan relawan dilakukan tanpa anggaran pribadi maupun instansi.

“Relawan 100 persen tidak ada anggaran dari mana pun, kecuali dari lurah berupa logistik makanan. Kalau upah, tidak ada. Kan namanya juga relawan,” tegasnya.

Di balik senyumnya yang ramah, tersimpan kepenatan yang kerap menyapa. Keluhan ada, katanya tapi bukan karena upah, mengeluh karena ada yang bekerja.

“Itu panggilan jiwa mereka, kita panggilan hati untuk membantu masyarakat yang terkena bencana dan betul-betul membutuhkan bantuan dari kelurahan.”

“Sebelum dibentuk Posdalops, kami sudah aktif secara mandiri di forum pengurangan risiko bencana (FPRB) tingkat kelurahan. Jadi ketika Posdalops dibentuk, kami sudah siap dengan orang-orangnya,” tutur Caca.

0 Komentar