Tanpa Upah, Tanpa Pamrih, Relawan Posdalops Citeureup Bergerak Demi Kemanusiaan

Relawan Posdalop Kelurahan Citeureup saat Menangani Pohon Tumbang (istimewa)
Relawan Posdalop Kelurahan Citeureup saat Menangani Pohon Tumbang (istimewa)
0 Komentar

Menurutnya, kekuatan Posdalops tidak hanya terletak pada alat atau fasilitas, melainkan pada SDM yang memahami kondisi dan medan.

“Staff-nya punya kemampuan, paham kondisi, paham medan. Jadi bergerak itu bukan karena ada Posdalops duluan, tapi karena dari dulu kita sudah jalan,” imbuhnya.

Tak hanya berhenti di asesmen, Caca memastikan bahwa tindak lanjut dilakukan dengan cepat.

Baca Juga:Diajukan Permanen Sejak 2020, Kades Bojongsari Sebut Jembatan Apung Cijeruk Baleendah-Bandung Jalur Alternatif Tak Kuat Menahan Beban Kendaraan, Jembatan Apung Bojongsoang-Baleendah Patah Saat Dilintasi

“Ketika hasil asesmen sudah bisa diprediksi kebutuhannya apa, mereka tahu harus melaporkan ke siapa. Misalnya ada rumah roboh karena atapnya jatuh, sebagian masih utuh, sebagian ambruk. Apa yang harus dilakukan? Petugas-petugas kita sudah tahu,” kata Caca.

Yang paling membanggakan, kata Caca, adalah kecepatan dan efisiensi komunikasi antarlini.

Caca dan timnya membuktikan, bahwa kerja kemanusiaan tak melulu soal anggaran dan fasilitas tapi tentang hati yang hadir untuk sesama. (Mong)

0 Komentar