Dahatsu Mobil Murah Atau Murahan? Pahami Dulu Permainan Kualitas Merek Ini

Dahatsu Mobil Murah Atau Murahan
0 Komentar

Menariknya, Daihatsu sendiri pernah mengungkapkan bahwa sekitar 70% konsumennya adalah first buyer. Namun, apakah ini berarti Daihatsu menipu konsumennya yang notabene belum terlalu paham? Tentu tidak. Justru karena target pasarnya adalah pembeli pemula, strategi pemasaran Daihatsu lebih menekankan pada keterbukaan dan kejelasan informasi.

Dalam praktiknya, tenaga penjual (sales) biasanya hanya menyoroti keunggulan-keunggulan yang tidak dimiliki oleh kompetitor, seperti efisiensi bahan bakar. Dan siapa yang tidak tertarik dengan mobil yang irit bahan bakar? Daihatsu memang dikenal sebagai merek yang konsisten menghadirkan mobil-mobil hemat BBM.

Lalu, mengapa bisa irit? Karena mesin yang digunakan cenderung berkapasitas kecil, sehingga konsumsi bahan bakar lebih efisien. Namun, sisi “tenaga kecil” ini biasanya tidak terlalu ditekankan. Sebaliknya, sales akan menyampaikan data secara objektif, misalnya varian Xenia yang tersedia dalam versi 1.300 cc dan 1.500 cc. Jika irit bahan bakar menjadi pertimbangan utama, tentu varian 1.300 cc akan dipilih. Dengan cara ini, tidak ada unsur penipuan dalam penjualan—hanya perbedaan pengetahuan antara sales dan konsumen.

Baca Juga:Kenali Uang Kuno yang Bisa Dijual ke Kolektor, Tidak Semua BisaKejatuhan BlackBerry, Dari Raja Smartphone Jadi Kenangan

Lantas, apakah Daihatsu adalah mobil murahan dan buruk? Jawabannya sangat bergantung pada sudut pandang kita. Secara umum, memang benar bahwa Daihatsu berada di segmen mobil murah. Dan karena itu pula, citranya dianggap kurang prestisius jika dibandingkan dengan merek-merek lain. Hal ini kembali lagi pada brand image. Sejak dahulu, Daihatsu dikenal sebagai produsen mobil ekonomis, sehingga ketika orang melihat logo Daihatsu, kesan yang muncul adalah “murah”.

Namun, bukan berarti semua mobil Daihatsu berkualitas rendah. Bahkan dalam beberapa kasus, ketika Daihatsu menghadirkan mobil yang tidak memiliki “kembaran” dari Toyota, hasilnya bisa sangat berbeda. Contohnya adalah Daihatsu Sirion.

Daihatsu Sirion merupakan mobil hatchback yang menyenangkan untuk dikendarai (fun to drive) dan sudah dilengkapi dengan fitur yang cukup lengkap dibandingkan para pesaingnya seperti Suzuki Baleno Hatchback. Sayangnya, karena image Daihatsu yang sudah terbentuk di masyarakat, Sirion tetap menjadi salah satu mobil hatchback Jepang yang paling kurang dihargai di Indonesia, meskipun kualitasnya tidak bisa dipandang sebelah mata.

0 Komentar