Sinergitas Lalamove dan Komunitas Bisnis

Kerjasama saling menguntungkan antara Lalamove dan Komunitas bisnis
0 Komentar

Menurut pengaman penulis, dalam memahami konsep bisnis digital Lalamove, maka bisa diambil kesimpulan, konsep ini menarik dengan menggabungkan dua model bisnis tradisional yakni jasa transportasi/logistik dengan pemanfaatan apilkasi digital yang berjaringan.

Berbeda dengan aplikasi jasa antar sebelumnya seperti Grab, Gojek atau Maxim yang menyasarkan kepada pengguna individu dan jasa antar barang kecil, maka Lalamove lebih cenderung membangun kemitraan dengan individua atau perusahaan jasa transportasi logistik yang sudah ada baik itu armada besar, menengah maupun yang besar.

Menjaring komunitas pebisnis UMKM menjadi konsern dari Lalamove, karena dengan kondisi bonus demografi dan juga perkembangan bisnis UMKM di Indonesia menjadikan peluang bisnis jasa logistik dan distribusi lebih luas lagi.

Baca Juga:New Honda PCX 160 Roadsync, Lengkap Dengan Fitur Koneksi MobileAmunisi Bekas Makan Korban, Apa Yang Mesti Dilakukan Orang Awam?

Lalamove bisa membidik sektor tersebut dengan memanfaatkan teknologi digital, sehingga sinergi jenis usaha tersebut memberikan kontribusi positif dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Revolusi industri keempat (Industri 4.0) mendalilkan bahwa integrasi sistematis teknologi digitalisasi dalam proses produksi dan logistik perusahaan industri akan mengarah pada kinerja yang lebih tinggi dan/atau biaya yang lebih rendah dan, oleh karena itu, berkontribusi pada pertumbuhan jangka panjang dan jaminan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (Matt et al. 2020; kk(Woschank e, 2021).

Potensi industri 4.0 diyakini dapat membantu meningkatkan pendapatan, mempercepat produksi, dan memberikan layanan pelanggan yang lebih nyaman. Manfaat tersebut akan berdampak besar pada perekonomian nasional (Castells, 2010; Putra, 2019). Kontribusi revolusi industri 4.0 terhadap transformasi ke arah digitalisasi juga menjadi proses yang sedang berlangsung di industri logistik. Sepanjang waktu, teknologi inovatif dan baru terus dikembangkan salah satunya untuk merampingkan penyampaian produk ke pelanggan secepat mungkin. Kondisi ini mendorong perusahaan untuk mengadopsi teknologi yang muncul untuk meningkatkan digitalisasi dan otomatisasi (Karampourniotis, 2019).

Digitalisasi dalam industri logistik semakin penting secara strategis bagi bisnis karena berdampak pada paradigma, model bisnis, dan batasan industri (Barrett dkk, 2015; Cichosz, 2018). Saat ini semakin banyak perusahaan mengalokasikan sumber daya untuk mengeksploitasi peluang digital yang berpotensi mengubah masyarakat, ekonomi, dan organisasi (Cichosz, 2018;).

Jadi peluang di bisnis logistik dengan pemanfaatan aplikasi digital ini semakin besar. Didukung inovasi teknologi dari Lalomove yang mengikuti tren serta masih banyaknya masyarakat membutuhkan jasa transportasi maka ini akan menjadi symbiosis mutualisme delam komunitas bisnis yang mendukung peningkatan ekonomi. (*)

0 Komentar