JKN Menjadi Penolong Mahasiswa di Perantauan

Yosafatur, mahasiswa asal Sukabumi yang sudah merasakan manfaat JKN di saat terdesak.
Yosafatur, mahasiswa asal Sukabumi yang sudah merasakan manfaat JKN di saat terdesak.
0 Komentar

“Saya merasa dihargai sebagai warga negara. Saya bisa mendapatkan layanan kesehatan yang sama dengan orang lain & saya menjadi lebih tenang jika membutuhkan pelayanan kesehatan, program JKN ini benar-benar menjamin rasa tenang, aman & keadilan,” kata Yosafatur

Selain itu, ia juga memuji keberadaan aplikasi Mobile JKN yang menurutnya sangat mempermudah urusan administratif.

“Sebagai mahasiswa, saya sangat terbantu dengan Mobile JKN. Semua bisa saya urus lewat HP. Mulai dari melihat informasi kepesertaan, ganti faskes, ubah data kepesertaan, hingga cek antrian di rumah sakit,” katanya

Baca Juga:Update Daftar Harga Terbaru Uang Logam Kuno Termahal di Indonesia Tahun 2025WD Lancar Untung Besar, Benarkah Aplikasi Growth Fund Penipuan?

Salah satu fitur yang sangat Ia andalkan adalah antrian online, yang menghemat banyak waktu saat hendak berobat ke fasilitas kesehatan.

“Bayangkan kalau harus antre lama hanya untuk periksa batuk atau pilek. Dengan fitur ini, saya bisa datang sesuai jadwal. Waktu saya jadi lebih efisien,” ujarnya.

Kondisi hidup sebagai perantau dan mahasiswa dengan anggaran terbatas membuat Yosafatur semakin menyadari pentingnya sistem jaminan kesehatan seperti JKN.

“Saya tidak bisa bayangkan kalau harus bayar sendiri. Bisa habis uang kebutuhan sehari-hari dan biaya kuliah hanya karena sakit. Program JKN benar-benar menyelamatkan saya dari beban finansial yang besar,” kata Yosafatur

Ia pun mengajak untuk tidak menyepelekan pentingnya kepesertaan JKN, apalagi jika sudah menjadi peserta namun belum aktif memanfaatkan fitur-fitur digital yang tersedia.

“Menurut saya, JKN tidak hanya dipakai saat sakit parah. Bahkan untuk sakit ringan pun kita tetap bisa manfaatkan dengan baik, yang penting tahu prosedurnya dan aktif mengecek lewat aplikasi Saya merasa tenang, karena tahu ada sistem yang melindungi saya kapanpun saya sakit. Dan yang paling penting, sistem ini bukan hanya untuk orang kaya, tapi untuk semua rakyat Indonesia,” akhirnya.

0 Komentar