JABAR EKSPRES – Menghadapi sepuluh potensi ancaman bencana, Pemerintah Kota Cimahi mengemas strategi mitigasi dalam pelatihan edukatif yang ringan tapi sarat muatan krusial.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), edukasi kesiapsiagaan tak hanya menyasar unsur teknis, tetapi juga mengena langsung ke lapisan masyarakat sejak usia dini.
Kegiatan peningkatan kapasitas mitigasi bencana yang berlangsung selama tiga hari ini dipusatkan di Cimahi Techno Park (CTP) dan dimulai pada Selasa, 20 Mei 2025. Acara ini menjadi bagian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional yang jatuh pada 26 April.
Baca Juga:Pemkab Bandung Resmi Angkat 6.929 ASN 2024, Kang DS Tekankan Pentingnya Kerja Sama dan Tanggung Jawab Lindungi Konsumen, OJK akan Atur Besaran Bunga Pinjaman Daring
“Kita ingin menyebarluaskan pengetahuan mitigasi pencegahan kebencanaan kepada seluruh masyarakat dengan berbagai strategi, kepada semua kalangan,” lanjut Fithriandy.
Pelatihan yang digelar menyasar insan kebencanaan, lembaga kebencanaan, pelajar, hingga unsur pemerintahan. Materi yang diberikan meliputi sosialisasi kebencanaan, mitigasi, pencegahan, rehabilitasi, serta gerakan tanggap darurat.
Tak hanya itu, BPBD juga menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) kebencanaan, memasang jalur evakuasi, dan menetapkan titik kumpul di gedung-gedung vital pemerintahan. Semua ini dilakukan untuk memperkuat sistem respon cepat saat terjadi bencana.
“Tandu itu diperlukan pengetahuan dari anak-anak, supaya bagaimana membuat alat kebencanaan yang memadai, sehingga kita lombakan,” ucapnya.
Kota Cimahi sendiri diketahui menghadapi sepuluh potensi ancaman bencana, antara lain gempa bumi akibat Sesar Lembang, kekeringan, cuaca ekstrem, abu vulkanik, banjir, banjir bandang, tanah longsor, gagal teknologi, dan wabah penyakit.
