JABAR EKSPRES – Menteri BUMN Erick Thohir menjajaki penambahan jumlah pesawat untuk maskapai Garuda Indonesia dengan produsen pesawat Boeing. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan menurunkan harga tiket perjalanan udara dalam negeri yang tinggi.
“Pengadaan pesawat ini salah satunya yaitu memang kita bicara dengan Boeing,” ujar Erick.
Menurutnya, Indonesia dulu sudah memiliki kontrak untuk melakukan penambahan pesawat dengan Boeing, namun tidak dilanjutkan karena terjadinya tragedi kecelakaan pesawat.
Baca Juga:Efisiensi Anggaran Berlanjut di 2026, Ini Kata Menkeu!Alih Fungsi Lahan di KBU Menggila, Walhi Soroti Kebijakan Pemprov Jabar
Dalam hal ini, Kementerian BUMN ingin melihat seperti apa pengadaan-pengadaan yang bisa Boeing deliver. Diharapkan juga bisa mengisi daripada penambahan pesawat yang ada tentunya di Garuda.
Erick menyatakan bahwa penambahan armada pesawat sangat penting untuk Indonesia, terutama sebagai negara kepulauan dan tidak mungkin 10 tahun lagi terbelenggu dengan jumlah pesawat yang sama karena cukup membahayakan.
Ia juga menyatakan bahwa Kementerian BUMN terbuka untuk bekerja sama dengan produsen pesawat global seperti Boeing, Airbus, dan COMAC China.
