JABAR EKSPRES – Jannik Sinner mengungkapkan kepuasannya atas performanya di ajang Internazionali BNL d’Italia setelah menjalani masa skorsing tiga bulan akibat penyelesaian kasus dengan Badan Antidoping Dunia (WADA).
Petenis peringkat satu dunia itu kembali bertanding untuk pertama kalinya sejak meraih kemenangan di Australian Open pada Januari lalu. Di Roma, ia berhasil mencatat lima kemenangan sebelum akhirnya terhenti di partai final.
Rekor kemenangan beruntun Sinner sebanyak 26 pertandingan harus terputus setelah dikalahkan Carlos Alcaraz dalam laga final pada Minggu (18/5) malam waktu setempat atau Senin dini hari WIB.
Baca Juga:RS Indonesia di Gaza Rusak Parah Akibat Serangan Israel, MER-C Kecam Pelanggaran Hukum HumaniterKatanya Berisi Khodam? Intip 10 Batu Akik Simpan Kekuatan Mistis
“Set pertama memang sedikit mengubah permainan. Namun secara umum, saya sangat senang dengan turnamen ini,” ujar Sinner dalam pernyataan yang dikutip dari ATP.
“Mudah-mudahan ini memberi saya kepercayaan diri untuk bermain tenis yang bagus juga di Paris. Mari kita lihat apa yang akan terjadi di sana.” tambahnya.
Menurut Sinner, pencapaiannya ini terasa istimewa karena ia kembali berlaga setelah absen cukup lama.
“Namun setelah tiga bulan, datang ke sini, meraih hasil ini sangat berarti bagi saya, juga bagi tim saya. Kami bekerja keras untuk berada di sini. Senang juga dengan keluarga saya dan segalanya,” katanya.
Di turnamen ini, Sinner menargetkan gelar ATP Masters 1000 kelimanya dan berharap bisa meraih trofi pertamanya di Roma. Didukung penuh oleh penonton tuan rumah di lapangan Campo Centrale, ia memberikan perlawanan sengit kepada Alcaraz di set pertama sebelum akhirnya kalah di set kedua.
Alcaraz, yang sudah mengoleksi tujuh gelar Masters 1000, kini unggul 7-4 atas Sinner dalam rekor pertemuan mereka.
“Bermain di sini, di Italia, di Roma, adalah sesuatu yang sangat, sangat istimewa,” ucap Sinner.
