“Itu waktu masih coba-coba. Sekarang tergantung ukuran lubang, bisa cuma puluhan ribu,” katanya.
Jalan-jalan yang rusak ia tandai saat sedang menarik penumpang.
“Kalau lagi narik, saya suka fotoin jalan yang bolong. Biasanya dari Ciwidey ke Bandung,” tuturnya.
Tawaran bantuan datang dari warga dan sesama pengemudi ojol, tapi untuk saat ini Hasan memilih bekerja sendiri.
Baca Juga:DPRD Cimahi Dorong APBD Prioritaskan Keringanan Biaya Pendidikan untuk Siswa Kurang MampuProses Persidangan Gugatan Lisa Mariana di Tunda, Kuasa Hukum: Tergugat Tidak Hadir!
“Waktu pertama kali nambal di Desa Cibodas, saya ngomong dulu ke kepala desa. Itu bentuk adab saya,” katanya.
Selama ini, Hasan sudah menambal jalan di beberapa wilayah seperti Ciwidey, Katapang, dan Soreang. Ia membiayai semua ini dari penghasilannya sebagai ojol.
“Biasanya saya narik dari pagi sampai jam sepuluh, terus lanjut nambal jalan. Setelah beres, saya lanjut narik lagi sampai malam,” ujar Hasan.
Ia menambahkan, dari penghasilan bersih sekitar Rp80 ribu per hari, sebagian ia sisihkan untuk membeli kebutuhan tambal jalan.
Masyarakat pun memberi respon positif terhadap aksinya. Beberapa warga menyangka ia bagian dari dinas pemerintah.
“Ada yang videoin, ada yang tanya saya dari instansi mana. Ada juga yang berterima kasih. Tapi kalau lubangnya gede, saya enggak sanggup. Saya ini cuma bantu sebisanya aja,” tutupnya.
