Kalau kalian penasaran seperti apa hasil penggunaannya dalam pemakaian sehari-hari, saya akan langsung tunjukkan. Ini hasil dari fitur Pose Shutter yang baru saja saya atur. Misalnya, saya ucapkan perintah untuk merekam video, maka iPhone akan langsung mulai merekam secara otomatis.
Kalian bisa lihat sendiri, perekaman dimulai tanpa perlu menyentuh layar. Perekaman juga bisa dihentikan dengan perintah suara. Selain itu, saya juga mengatur perintah untuk membalik kamera (flip camera), dan hasilnya kamera langsung beralih ke belakang.
Namun perlu diingat, penggantian kamera ini hanya bisa dilakukan sebelum merekam. Saat sedang merekam video, iPhone tidak memungkinkan untuk berpindah dari kamera depan ke belakang atau sebaliknya.
Baca Juga:Aplikasi MX Trend Bisa Dapat Uang dengan Mendengarkan Musik, Pola Penipuan Lama Wajah Baru7 Hal Menarik Dari Poco F7, Dijuluki HP Flagship Harga Midrange Segudang Fitur
Tidak Tersedianya Fitur Always-On Display (AOD)
Risiko lain yang saya rasakan saat menggunakan iPhone 15, khususnya varian standar, adalah tidak tersedianya fitur Always-On Display (AOD). Agak disayangkan memang, karena ponsel Android di kelas harga Rp5 jutaan ke bawah saja sudah banyak yang dibekali fitur ini.
Namun, sepengetahuan saya, ketiadaan AOD ini hanya berlaku untuk seri iPhone 15 reguler, karena pada seri Pro dan Pro Max, fitur AOD sudah tersedia.
Sebagai gantinya, Apple menyediakan fitur yang disebut StandBy Mode. Meskipun nyalanya hanya sekitar 15 detik, fitur ini cukup berguna. Untuk mengaktifkannya:
– Masuk ke Pengaturan, aktifkan StandBy Mode.
– Saat mengecas iPhone, posisikan perangkat dalam mode landscape (miring ke samping).
– Setelah itu, iPhone akan otomatis masuk ke StandBy Mode.
Kalian juga bisa mengatur tampilan di mode ini, seperti menampilkan jam atau tanggal sesuai preferensi. Menurut saya, meskipun tidak seoptimal AOD di Android, fitur ini masih bisa menjadi alternatif pengganti.
Jadi, itulah beberapa risiko atau hal penting yang perlu kalian ketahui sebelum membeli iPhone, khususnya iPhone 15. Tujuannya agar kalian tidak kaget atau mengalami culture shock saat beralih dari Android ke iOS. Tadi saya juga sudah menjelaskan beberapa solusinya, agar kalian bisa beradaptasi dengan lebih mudah.
Jika ada kekeliruan dalam penjelasan saya, silakan dikoreksi. Semoga penjelasan ini bermanfaat untuk kalian yang sedang mempertimbangkan beralih ke iPhone.
