Sri juga menegaskan, pengelolaan beasiswa KIP di StiKes Budi Luhur dilakukan sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah. Dana beasiswa terbagi antara yang dikelola oleh kampus dan yang diberikan langsung kepada mahasiswa sebagai biaya hidup.
“Jadi kami mencoba memperlakukan mereka dengan standar yang sama. Hal itu dibuktikan dengan kelulusan mereka dan mendapatkan peluang yang sama bekerja di luar negeri,” terangnya.
Lebih lanjut, Sri menjelaskan mahasiswa dari program internasional yang berangkat ke Jepang seluruhnya merupakan penerima KIP. Mereka diberangkatkan dalam waktu singkat setelah wisuda pada November 2024.
Baca Juga:Kadin “Palak” Pengusaha di Cilegon Bikin Gaduh!Pengurus Pesantren di Soreang Lecehkan 8 Santriwati Sejak 2023, Polisi Sebut Kemungkinan Korban Bertambah!
“Intinya, kami berupaya untuk mengelola dana KIP dengan baik. Khususnya untuk Bahasa Jepang, pihaknya dibantu dibiayai dan disupport untuk bahasa,” bebernya.
Tak hanya itu, untuk mendukung keberangkatan mereka, StiKes Budi Luhur juga mendapat bantuan dari Bank BJB Syariah.
“Kemudian, untuk biaya pemberangkatan kami mendapat support dari BJB Syariah yang bisa memberikan talangan biaya hidup di luar negeri,” tambah Sri.
Namun demikian, setelah bekerja dan memperoleh penghasilan, para mahasiswa diharuskan untuk mengembalikan biaya talangan tersebut secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing.
“Karena yang namanya ke luar negeri pasti ada biaya besar. Untuk mahasiswa StiKes Budi Luhur mereka mendaftar ke BP2K dan mereka akan mendapatkan fasilitas dari kita sama seperti para mahasiswa reguler,” pungkasnya. (Mong)
