JABAR EKSPRES – Kinerja Panitia Seleksi (Pansel) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Banjar kembali menuai sorotan kritis dari sejumlah pihak. Kali ini, Pembina Poros Sahabat Nusantara (POSNU) Kota Banjar, Muhlison, secara terbuka mempertanyakan objektivitas dan integritas Pansel dalam proses seleksi calon pimpinan BAZNAS. Ia menuding adanya indikasi pengaturan atau setting posisi calon pimpinan oleh pihak tertentu, yang dinilai mengancam marwah lembaga zakat tersebut.
“Kami menerima informasi bahwa calon pimpinan BAZNAS sudah dikapling oleh oknum tertentu. Jika benar demikian, ini sangat memprihatinkan. Kami menuntut Pansel bekerja objektif, berintegritas, dan bebas dari kepentingan pragmatis,” tegas Muhlison dalam keterangan pers yang diterima *
Jabar Ekspres,” Kamis (15/5/2025).
Mantan Ketua PMII Kota Banjar itu mengingatkan, integritas dan kredibilitas Pansel sedang dipertaruhkan. “Jika tahap seleksi saja sudah cacat, bagaimana mungkin hasilnya bisa dipercaya? Jangan sampai kepercayaan masyarakat runtuh sejak awal,” imbuhnya.
Baca Juga:Sambangi Cimahi, Menkop Budi Arie Tegaskan Komitmen Negara Hadir hingga Tingkat Kelurahan8 Desa di Lembang Dilanda Bencana, Kampung Ciburial Jadi Titik Paling Parah
Muhlison menegaskan, BAZNAS bukanlah lembaga milik kelompok atau individu tertentu, melainkan institusi pemerintah yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Karenanya, proses seleksi harus mengacu pada aturan hukum dan melibatkan tiga komponen utama yakni ulama, tokoh masyarakat Islam, dan kalangan profesional. “Kami melihat upaya menguasai BAZNAS seolah sebagai ‘milik kelompok’ tertentu. Ini harus dicegah!” tegasnya.
Kritik ini semakin menguat menyusul catatan kelam BAZNAS Kota Banjar belum lama ini, di mana praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum internal sempat terungkap. Muhlison menyebut, minimnya pengawasan masyarakat turut membuka celah penyalahgunaan wewenang. “Kasus pungli itu bukti bahwa lemahnya kontrol berujung pada eksploitasi kepentingan. Masyarakat harus terlibat aktif mengawal proses seleksi ini,” serunya.
Ia pun mendesak Pansel untuk membuktikan profesionalitas dengan transparansi dan kepatuhan pada regulasi. “Publik menunggu jawaban, bisakah Pansel menjaga independensi? Ini ujian besar bagi mereka,” tambah Muhlison.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pansel BAZNAS Kota Banjar terkait tudingan POSNU. (CEP)
