CBP Lamapui 3,6 Juta Ton, Bulog: Capaian Tertinggi dalam 57 Tahun!

Ilustrasi petani tengah mengayak gabah kering. (Dok. Jabar Ekspres)
Ilustrasi petani tengah mengayak gabah kering. (Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di tahun ini telah melampaui 3,6 juta ton. Ini setelah Perum Bulog mencatat serapan beras dari petani dalam negeri mencapai 2 ton setara beras hingga 9 Mei 2025.

Bahkan, Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto mengklaim stok CBP ini merupakan angka tertinggi sejak Bulog didirikan pada 57 tahun yang lalu.

“Jumlah stok ini merupakan pencapaian tertinggi dalam 57 tahun berdirinya Bulog. Stok ini siap digunakan untuk mendukung berbagai program pemerintah sesuai penugasan,” ujarnya, dikutip Selasa (13/5/2025).

Baca Juga:Pemkab Bogor dan DPRD Jabar Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Prioritas Pembangunan 2026Dari Idham Chalid sampai Bakti Pajajaran, Ini Nama Baru RSUD di Kabupaten Bogor

Adapun dalam proses penyerapannya, Bulog akan membeli gabah sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP), yakni sebesar Rp6.500 per kilogram.

Selain itu, untuk mengoptmalkan pembelian gabah di masyarakat maka pihaknya melakukan pembelian melalui tim jemput gabah Bulog yang bekerja sama dengan penyuluh pertanian dan bintara pembina desa (babinsa) di lapangan.

Selain itu, Bulog terus melakukan penyerapan gabah kering panen melalui petani langsung, kelompok tani, dan gabungan kelompok tani. Kemudian, Bulog juga melakukan penyerapan beras bekerja sama dengan para penggilingan padi di seluruh Indonesia, mulai dari skala penggilingan kecil hingga besar.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Barat, Mohamad Alexander, menyampaikan bahwa hingga saat ini jumlah penyerapan telah mencapai 352.680 ton atau sekitar 63,88 persen dari target.

“Ini pencapaian yang luar biasa. Pada periode yang sama tahun lalu, hingga akhir Mei, hanya terserap sekitar 177 ribu ton. Tahun ini naik dua kali lipat,” kata Alexander.

0 Komentar