Pakistan Cegat Rudal India, Ketegangan Memuncak di Tengah Operasi Militer Saling Balas

pakistan india rudal
Ilustrasi - Peluncuran rudal balistik. (SUMBER FOTO: ANTARA/Anadolu/py)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pakistan menggunakan sistem pertahanan udaranya untuk sukses mencegat serangan rudal yang diluncurkan India ke beberapa pangkalan udara militer di wilayahnya. Hal tersebut  dilaporkan Geo TV berdasarkan pernyataan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry, juru bicara militer Pakistan.

Sebelumnya, Chaudhry menyatakan bahwa India menembakkan rudal ke tiga lokasi militer Pakistan, namun serangan itu tidak menimbulkan kerusakan yang berarti.

Sebagai respons terhadap ancaman tersebut, Otoritas Bandara Pakistan menutup wilayah udara negara itu untuk semua penerbangan sejak pukul 03.15 pagi hingga tengah hari waktu setempat, sebagai langkah pengamanan menyusul serangan dari India.

Baca Juga:8 Koin Kuno untuk Mahar Pernikahan yang Sarat MaknaApakah Razor Masih Worth It Dipakai di Genshin Impact? Intip Alasannya

Aksi militan bersenjata pada 22 April di dekat kawasan wisata Pahalgam, Kashmir yang dikuasai India, menewaskan 26 orang dan memicu peningkatan tajam ketegangan antara kedua negara.

Sebagai tanggapan, pada 7 Mei India mengklaim meluncurkan Operasi Sindoor, yang menyasar infrastruktur kelompok teroris di Pakistan. Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan India menyebut telah menewaskan 70 anggota kelompok bersenjata tanpa menyerang fasilitas militer Pakistan.

Di sisi lain, militer Pakistan mengungkapkan bahwa serangan India telah menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 57 lainnya. Ketegangan ini menjadi babak baru dalam hubungan panas dua negara bertetangga yang telah lama berseteru.

Ekspor utama Indonesia seperti CPO dan batu bara kemungkinan terganggu akibat penurunan permintaan, karena India dan Pakistan mengalihkan anggaran ke sektor militer. S

ementara itu, negara produsen senjata seperti China berpotensi memperoleh keuntungan dari meningkatnya permintaan alat tempur. Selain dampak ekonomi, konflik ini juga dapat menyebabkan krisis pengungsi besar ke negara-negara tetangga seperti China, Afghanistan, dan Iran.*

0 Komentar