Razia lalu lintas umumnya dilakukan pada jam-jam sibuk, seperti pukul 08.00 hingga 10.00 pagi, atau pada sore hari. Waktu-waktu ini dianggap ideal untuk melakukan penindakan. Namun dalam kondisi tersebut, merazia mobil justru berpotensi lebih banyak merugikan masyarakat dibanding memberikan manfaat. Mengapa demikian? Karena proses pemeriksaan mobil di jalan dapat menyebabkan kemacetan parah, terutama di waktu sibuk.
Pengendara mobil lebih disiplin
Pengendara mobil cenderung lebih disiplin dibandingkan pengendara motor. Alasannya sederhana: mereka khawatir dengan sanksi tilang yang lebih mahal. Ya, benar—denda untuk pelanggaran lalu lintas oleh pengemudi mobil bisa berkali-kali lipat lebih tinggi dibandingkan motor.
Memang benar bahwa pelanggaran dasar seperti tidak memakai helm atau sabuk pengaman dikenai denda maksimal sebesar Rp250.000. Namun, untuk pelanggaran lainnya, terutama yang berkaitan dengan kendaraan roda empat, besaran dendanya bisa jauh lebih besar. Oleh karena itu, demi menghindari denda, pengemudi mobil biasanya lebih patuh terhadap aturan.
Baca Juga:Masa Depan World Coin Setelah Diblokir di Indonesia, Salah Buat Keputusan?Review Lengkap Insta360 X5 Buat Takjub Para Vloger dengan Semua Fiturnya
Selain itu, mematuhi aturan saat berkendara mobil relatif lebih mudah. Cukup menggunakan sabuk pengaman, dan sebagian besar kewajiban sudah terpenuhi. Sementara itu, pengendara motor harus memperhatikan banyak atribut—seperti helm, jaket, dan kelengkapan lainnya. Hal inilah yang menyebabkan tingkat pelanggaran oleh pengendara motor lebih tinggi.
Terutama dalam hal penggunaan helm, masih banyak pengendara motor yang malas menggunakannya dengan alasan gerah. Memang, berkendara motor di Indonesia terasa panas, tapi aturan tetaplah aturan dan harus dipatuhi.
Sistem ETLE
Menariknya, dengan adanya sistem tilang elektronik (ETLE), polisi kini jarang melakukan penindakan langsung di jalan. Kebanyakan pelanggaran cukup didokumentasikan lewat kamera, lalu surat tilang akan dikirim ke alamat pelanggar melalui surat fisik atau email. Pembayaran tilang pun dapat dilakukan secara daring atau saat membayar pajak kendaraan.
Karena sepeda motor sering menjadi target razia, bagi Anda yang ingin membeli motor bekas, sebaiknya pastikan nomor kendaraan tidak memiliki catatan tilang yang belum diselesaikan. Jika ada, sebaiknya negosiasikan ulang harga, karena denda maksimal yang dikenakan akibat keterlambatan pembayaran tilang bisa cukup besar nominalnya.
