5 Alasan Polisi Lebih Sering Menilang Motor Daripada Mobil

Polisi Lebih Sering Menilang Motor Daripada Mobil
0 Komentar

Padahal, desain bawaan pabrik motor-motor tersebut memang menggunakan sistem lampu ganda di mana hanya satu lampu menyala saat kondisi normal (low beam), dan keduanya menyala hanya ketika menggunakan lampu jauh (high beam). Kejadian seperti ini pernah dilaporkan terjadi di wilayah Cirebon.

Padahal sejak dari pabrik, motor sport fairing memang dirancang dengan lampu utama yang menyala sebelah—satu sisi untuk lampu dekat, dan sisi lainnya untuk lampu jauh. Karena kesalahpahaman ini, kini hampir tidak ada lagi motor sport fairing yang menggunakan sistem lampu “picek” seperti itu. Padahal desain seperti itu justru terlihat keren bagi sebagian orang. Inilah contoh nyata bagaimana kesalahan informasi bisa berujung pada tindakan yang keliru.

  1. Dimensi kendaraan

Menghentikan sepeda motor di pinggir jalan, bahkan di ruas jalan yang sempit sekalipun, tidak akan terlalu mengganggu arus lalu lintas. Sebaliknya, jika yang diberhentikan adalah mobil, maka potensi kemacetan sangat besar. Ini bisa menjadi alasan yang cukup masuk akal mengapa motor lebih sering menjadi sasaran razia.

Baca Juga:Masa Depan World Coin Setelah Diblokir di Indonesia, Salah Buat Keputusan?Review Lengkap Insta360 X5 Buat Takjub Para Vloger dengan Semua Fiturnya

Meskipun masuk akal, jika ditelaah lebih jauh, mungkinkah ini juga berkaitan dengan kesenjangan sosial?

Menurut sejumlah artikel dan pengamatan di lapangan, pengendara motor sering dianggap sebagai pengguna jalan “kelas dua”. Entah mengapa, citra pengendara motor kerap diasosiasikan dengan pelanggaran lalu lintas, ketidaktertiban, dan kekacauan di jalan.

Meskipun dalam beberapa kasus hal itu benar adanya, persepsi ini turut memengaruhi sikap aparat. Akibatnya, menghentikan pengendara motor seolah menjadi tindakan biasa yang tidak menimbulkan resistensi sosial yang besar.

Fenomena ini mencerminkan bagaimana kesenjangan sosial bisa terlihat bahkan di jalan raya.

Namun, apakah ini berarti polisi bersikap tidak adil dalam menegakkan hukum?

Sekilas, jawabannya tampak demikian. Polisi terlihat lebih keras terhadap pengendara motor dan lebih lunak terhadap pengemudi mobil, sehingga terkesan memperkuat kesenjangan sosial. Akan tetapi, jika dilihat dari sisi lain—seperti kondisi ruas jalan, jumlah kendaraan, dan kebiasaan pengguna jalan—polisi sebenarnya memiliki keterbatasan.

Mungkin Anda pernah mengalami razia gabungan di mana mobil dan motor diberhentikan secara bersamaan. Apa yang terjadi setelahnya? Kemacetan panjang tak terhindarkan. Dan pada dasarnya, aparat kepolisian juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelancaran lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.

0 Komentar