Selain kekerasan seksual, Fitriani juga menyoroti tingginya kasus kekerasan terhadap anak, terutama dalam bentuk perundungan (bullying).
Ia menyebutkan pelaku bullying seringkali berasal dari orang-orang terdekat, termasuk guru dan orang tua.
“Terkadang, tanpa disadari ketika ada anak yang IQ-nya di bawah rata-rata, sering menjadi sasaran kemarahan guru maupun orang tua. Anak tersebut dianggap tidak belajar, padahal kemampuan IQ-nya memang kurang,” kata Fitriani.
Baca Juga:Tak Semua Rayakan Persib Back To Back Juara, Wali Kota Bandung: Hampura PisanRidwan Kamil Digugat Lisa ke PN Bandung, Kuasa Hukum RK Kicep
Pihaknya kini tengah menggencarkan upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat untuk mendorong kesadaran bahwa kekerasan, baik fisik maupun verbal, dapat meninggalkan dampak psikologis jangka panjang.
“DP3AP2KB Kota Cimahi terus melakukan sosialisasi, konseling, dan pendekatan komunitas sebagai langkah masif untuk memutus rantai kekerasan dan penyimpangan yang terus berkembang secara diam-diam di tengah masyarakat,” tandas Fitriani. (Mong)
