17 Hadits Penyemangat Bagi Penuntut Ilmu Agar Lebih Sabar Dalam Belajar

ILUSTRASI hadits untuk penuntut ilmu.
ILUSTRASI hadits untuk penuntut ilmu.
0 Komentar

أَفْضَلُ النَّاسِ المُؤْمِنُ العَالِمُ الذِي إِذَا احْتِيْجَ إليه نَفَعَ، وإن اسْتُغْنِيَ عنه أغْنَى نَفْسَه

Artinya: “Orang paling utama adalah seorang mukmin alim yang bermanfaat bila dibutuhkan dan mencukupi dirinya bila ‘tidak diperlukan.” (HR Ibnu Asakir).

10. Tinta karya tulis ulama lebih berbobot dari darah para syuhada

Hadits menuntut ilmu ini menegaskan tentang kemuliaan para ulama yang memiliki karya tulis. Dalam hadits tersebut, karya tulis ulama bernilai tinggi daripada darah orang yang mati syahid.

يُوْزَنُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِدَادُ العُلَمَاءِ بِدَمِ الشُّهَدَاءِ

Artinya: “Pada hari kiamat tinta (karya tulis) ulama ditimbang bersama tetesan darah syuhada. (Hasilnya lebih berat nilai tetesan tinta ulama sebagaimana riwayat lain).” (HR Ibnu Abdil Barr, Ibnun Najjar, Ibnul Jauzi, As-Syairazi, Al-Marhabi, dan Ad-Dailami).

11. Hadits menuntut ilmu sampai ke negeri Cina

Baca Juga:Aplikasi MXTREND Ancang-Ancang SCAM, Member Dipaksa Deposit Untuk Verifikasi KYC Pada 5 Mei 2025DAM Gelar Kompetisi Regional Safety Riding Kategori Advisor Community 2025

Bacaan hadits menuntut ilmu ini menegaskan tentang pentingnya belajar sampai ke tempat yang jauh. Simak bunyi haditsnya,

عَنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اطْلُبُوا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّينِ

Artinya: “Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu bahwa Rasullullah bersabda, `Tuntutlah ilmu walaupun ke negeri China.” (HR. Imam al-‘Uqaili dalam adh-Dhu’afâ’ (2/230).

12. Hadits menuntut ilmu dan jaminan surga

Orang alim adalah ia yang tidak pernah puas dahaganya pada ilmu sampai ia tiba di surga. Berikut bunyi haditsnya:

لاَ يَشْبَعُ عَالِمٌ مِنْ عِلْمٍ حَتَّى يَكُونَ مُنْتَهَاهُ الْجَنَّةُ

Artinya: “Seorang alim tidak adakan pernah kenyang terhadap ilmu sampai ujungnya adalah surga.” (HR Al-Qudha’i dalam Musnad As-Syihab).

13. Hadits tentang cara menuntut ilmu

Hadits ini menjelaskan 4 pilihan terbaik dalam menuntut ilmu. Dalam hadis menuntut ilmu ini, hindari pilihan kelima, yakni orang yang membenci ilmu dan pengetahuan.

كُنْ عَالِمًا أَوْ مُتَعَلِّمًا أَوْ مُسْتَمِعًا أَوْ مُحِبًّا وَلَا تَكُنِ الخَامِسَةَ أي مُبْغِضًا فَتَهْلِكَ

Artinya: “Jadilah kamu seorang alim, pelajar, pendengar, atau pecinta (ilmu). Jangan kamu menjadi yang kelima, yaitu pembenci (ilmu), maka binasalah kamu.” (HR Al-Bazzar, At-Thabarani, Al-Baihaki).

14. Keistimewaan orang yang menuntut ilmu

Hadits menuntut ilmu ini menerangkan tentang orang yang bodoh lebih berbahaya ketimbang orang yang miskin harta. Berikut bunyinya:

لَا فَقْرَ أَشَدُّ مِنَ الجَهْلِ

Baca Juga:Konser JHOPE “Hope on The Stage” Jakarta Sukses Puaskan ARMY, Ini Barisan Artis yang Ikut NontonBenarkah Masih Aman Masuk aplikasi Next 15 AD Sekarang, Kantornya Menjamur di Banyak Kota

Artinya: “Tidak ada kefakiran yang lebih (parah) dari kebodohan.” (HR Abu Bakar bin Kamil pada Mu’jamnya, Ibnun Najjar, Ibnu Hibban, dan Al-Qudha’i).

15. Pahala orang berilmu yang memberikan petunjuk

Ketika mengajarkan pada anak, coba beritahu hadis menuntut ilmu berikut. Hadis ini menegaskan tentang pahala berlipat yang akan didapatkan oleh orang berilmu yang memberikan petunjuk.

0 Komentar