Minuman Kemasan Dapat Sebabkan Gagal Ginjal Tapi Pahami Dulu Kandungannya

Minuman Kemasan Dapat Sebabkan Gagal Ginjal
0 Komentar

Cara Mengetahui Fungsi Ginjal Terganggu

Cara mengetahui apakah fungsi ginjal kita terganggu bisa melalui beberapa pemeriksaan antara lain:

  1. Urinalisis lengkap – untuk mengetahui kondisi sel darah putih, adanya darah dalam urin, kandungan keton, protein (albumin, mikroalbumin), dan lainnya.
  2. Pemeriksaan darah – yang paling sederhana adalah tes kreatinin.
  3. Rentang normal kreatinin berbeda antara pria dan wanita, dan bisa dengan mudah ditemukan melalui pencarian di Google.

Salah satu indikator penting untuk menilai fungsi ginjal adalah pemeriksaan BUN (Blood Urea Nitrogen). Nilai normal BUN berkisar antara 7 hingga 20 mg/dL. Selain itu, terdapat juga eGFR (estimated Glomerular Filtration Rate) atau estimasi laju filtrasi glomerulus. Glomerulus merupakan bagian penting dari ginjal, dan nilai eGFR yang baik adalah di atas 90 mL/menit.

Asam urat juga sering disalahpahami. Banyak orang mengira asam urat hanya berkaitan dengan penyakit asam urat di persendian. Memang, kadar asam urat yang sangat tinggi dapat meningkatkan risiko terbentuknya kristal asam urat di sendi. Namun sebenarnya, kadar asam urat juga menjadi indikator fungsi ginjal. Jika kadar asam urat melebihi batas normal (berbeda untuk pria dan wanita), itu bisa menjadi tanda bahwa fungsi ginjal menurun.

Baca Juga:Baru Saja Kasus Korupsi Pertamina, Pemerintah Minta Pajak Tambahan BBMApple Akan Luncurkan Ponsel Lipat iPhone Foldable Lebih Canggih dari Pendahulunya

Selain pemeriksaan darah dan urin, evaluasi lebih lanjut dapat dilakukan melalui USG ginjal atau MRI ginjal.

Gejala Penurunan Fungsi Ginjal

Beberapa gejala awal gangguan fungsi ginjal yang perlu diwaspadai antara lain:

  1. Mudah lelah, meskipun waktu istirahat sudah cukup dan aktivitas fisik tidak berat. Rasa lelah yang tidak wajar ini bisa menjadi tanda awal gangguan ginjal.
  2. Nokturia, yaitu sering buang air kecil di malam hari. Ini bisa menjadi tanda awal sebelum munculnya kondisi oliguria (penurunan volume urin).
  3. Urin berbusa, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti dehidrasi atau konsumsi protein berlebihan. Namun, jika terjadi berulang dan disertai indikator lain, ini bisa menandakan gangguan ginjal.
  4. Kram otot, terutama di bagian kaki dan betis, serta Restless Leg Syndrome (kaki terasa gelisah dan tidak bisa diam saat istirahat), yang menandakan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.
  5. Hipertensi, bisa menjadi penyebab atau akibat dari gangguan ginjal. Tekanan darah tinggi dapat merusak ginjal, dan sebaliknya, gangguan ginjal bisa menyebabkan hipertensi.
  6. Kekurangan sel darah merah (anemia), karena ginjal memproduksi hormon eritropoietin yang merangsang pembentukan sel darah merah (eritrosit).
  7. Gatal-gatal yang tidak jelas penyebabnya, terutama jika muncul di berbagai area tubuh tanpa pemicu alergi atau makanan tertentu, dan berlangsung secara berulang.
0 Komentar