Menari dari Gang Sempit, Merayakan Hari Tari Dunia di Jantung Bandung

Penari dari Bongkeng Art Space menari dalam rangka hari tari sedunia yang digelar selama 24 jam non stop di permukiman padat penduduk di Gang Dipa, kawasan Cibeunying Kidul, Kota Bandung Selasa (29/4). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Penari dari Bongkeng Art Space menari dalam rangka hari tari sedunia yang digelar selama 24 jam non stop di permukiman padat penduduk di Gang Dipa, kawasan Cibeunying Kidul, Kota Bandung Selasa (29/4). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

TARI tidak harus digelar di panggung megah. Di Gang Dipa yang sempit dan padat di kawasan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, tubuh-tubuh penari berputar, menghentak, dan mengalir bersama denyut warga. Sejak Senin malam hingga Selasa siang, tarian tak henti dimainkan selama 24 jam.

Muhamad Nizar, Jabar Ekspres.

Langit masih terang. Terik menyorot para penari. Langkah-langkah pertama penari mulai bergema dari pemukiman warga. Direktur Bongkeng, Deden Bulenk, menyulut semangat lewat gerakan tari sebagai bentuk penghormatan pada Hari Tari Dunia yang jatuh setiap 29 April.

Mereka tak hanya menari di satu titik. Di tengah lorong sempit, halaman kantor kelurahan, atau pelataran taman kota, para penari berpindah, menebar tarian, memancing interaksi dengan warga.

Baca Juga:Bank BJB Cabang Banjar Ungkap Penurunan Alokasi CSR untuk Pemkot BanjarClean Up Cimahi Hasilkan 544 Ton Sampah, DLH: tapi Warga Masih Buang Sampah Sembarangan

Dia menceritakan, sejak pukul 19.00 malam sebelumnya, gerakan tubuh tak pernah berhenti. Tak ada panggung tinggi, hanya lantai semen dan memancing kerumunan warga yang penasaran.

0 Komentar