Meskipun pekerjaan ini penuh tantangan, AIPTU Kania Dewi merasa bahagia bisa membantu banyak orang, terutama korban kekerasan seksual yang umumnya berasal dari kalangan menengah ke bawah. “Saya merasa senang bisa membantu mereka. Banyak keluarga korban yang mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan,” ujarnya. Namun, di balik kebahagiaan itu, ia juga merasakan duka, terutama karena waktu yang terbatas dengan keluarga.
“Namun, dukanya mungkin lebih kepada waktu yang harus saya kurangi bersama keluarga, karena tugas ini membutuhkan komitmen yang besar,” pungkasnya.
