JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar berhasil melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp15,3 miliar dari belanja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk Setwan. Langkah ini merupakan bagian dari optimalisasi pengelolaan keuangan daerah untuk menyelaraskan program strategis nasional dan lokal, termasuk Asta Cita Presiden, Jabar Istimewa, dan Berdaya Masagi.
Proses efisiensi ini dilakukan melalui penggeseran pos-pos anggaran OPD yang dinilai belum mendesak, terutama pada belanja perjalanan dinas yang dipangkas hingga 50 persen di seluruh OPD, termasuk Sekretariat Dewan (Setwan).
Namun, beberapa sumber anggaran seperti Dana Alokasi Umum (DAU) dan Cukai Tembakau tidak disentuh karena telah diikat untuk program spesifik.
Baca Juga:Tumbuh, Tabungan Nasabah Premium BNI Naik 16 Persen di Kuartal I-2025Dokter Kandungan di Garut Diduga Lecehkan Pasien, Ini Kata Dinkes
Hasil efisiensi Rp15,3 miliar tersebut akan direalokasikan ke tujuh program prioritas tahun 2024, yaitu:
1. bidang pendidikan
2. bidang kesehatan
3. infrastruktur dan sanitasi
4. optimalisasi penanganan pengendalian inflasi
5. stabilitas harga makanan dan minuman
6. penyediaan cadangan pangan
7. prioritas lainnya yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi.
Soni menekankan bahwa realokasi anggaran harus selaras dengan Asta Cita Presiden, program Gubernur Jabar Istimewa, dan program Wali Kota Banjar Berdaya Masagi.
Saat ini, proses efisiensi telah memasuki tahap finalisasi usulan realokasi dari masing-masing OPD. Setelah disetujui oleh TAPD dan legislatif, dana akan segera dicairkan untuk memastikan program prioritas berjalan tepat waktu.
“Finalisasi efisiensi telah beres, prosesnya tinggal realokasi anggaran untuk tujuh prioritas tadi,” pungkas Soni Harison. (CEP)
