Antisipasi Tarif Resiprokal AS, Gubernur Jabar Tengah Susun Insentif Bagi Industri

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Foto/ANTARA)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Foto/ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tengah menyusun strategi atau langkah-langkah pemberian intensif untuk industri berbasis ekspor di Jabar untuk mengantisipasi tarif resiprokal dari AS (Tarif Trump) yang saat ini tengah ditangguhkan.

Dedi mengatakan berbagai langkah strategi yang disiapkan guna menghadapi tekanan ekonomi global, termasuk dampak kebijakan Tarif Trump itu akan diumumkan pekan depan.

“Kita menyiapkan strategi, salah satunya dengan mengkonsolidasikan seluruh industri di Jawa Barat, terutama yang mengekspor produksinya ke Amerika,” ujar Dedi dalam keterangannya di Bandung.

Baca Juga:Kasus Dugaan Suap CPO, Kejagung Beberkan Sumber Dana ke Tiga Hakim PN JakpusKasus Suap Perkara di PN Jakpus, Kejagung Tetapkan Tiga Hakim Tersangka

Salah satu yang tengah dirancang oleh Gubernur Jabar ini adalah insentif fiskal dan mendorong perluasan pasar ekspor non-tradisional sebagai alternatif dari pasar AS.

Menurut Dedi, potensi pasar Indonesia sangat luas dan terbuka, hanya perlu penguatan diplomasi dan negosiasi dagang yang lebih agresif.

“Pasar kita ini terbuka dan luas. Negosiasinya harus dilakukan agar produk-produk kita tetap bisa bersaing,” ujarnya.

Bahkan, untuk neraca perdagangan dengan AS kerap surplus di mana per Maret 2025 terhadu surplus sekitar 478,67 juta dolar AS.

“Kebijakan ini jika diterapkan, dampaknya bisa sangat besar bagi Jawa Barat, mengingat produk ekspor yang berasal dari Jabar itu salah satu yang tertinggi adalah ke AS, seperti rajutan, alas kaki, dan bahan karet. Kita bisa bayangkan jutaan warga Jabar sebagian besar pada sektor industri yang terkait ekspor ke AS,” kata Darwis.

0 Komentar