JABAR EKSPRES – Kota Cimahi meluncurkan Program Cimahi Peduli Ibu, yang bertujuan membantu para ibu lansia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Program ini merupakan inisiatif Pemkot Cimahi yang sejalan dengan Program Nyaah Ka Indung yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Bedanya, Cimahi menyesuaikan program ini dengan keberagaman suku dan budaya warganya.
Sebagai bentuk kepedulian, Wali Kota Cimahi Ngatiyana berkomitmen menyisihkan sebagian gajinya untuk membantu 135 ibu-ibu lansia. Tak hanya itu, ASN di lingkungan Pemkot Cimahi juga diimbau untuk berkontribusi secara sukarela melalui skema bantuan non-APBD.
Baca Juga:Polisi Grebek Kios Penjual Obat Keras Terlarang di Tamansari Bandung, Ternyata Berkedok Toko Aksesoris HandphoneViral Aksi Warga Panumbangan Ciamis Mancing di Jalan Rusak
“Mudah-mudahan nanti jumlah penerima meningkat, lebih dari 135 ibu-ibu yang kita bantu sekarang. Selain dari Baznas, nantinya Baznas juga akan menyalurkan bantuan kepada Program Cimahi Peduli Ibu,” kata Ngatiyana di Aula A Pemkot Cimahi, Jumat (11/4/2025).
Dalam implementasinya, program ini akan turun langsung ke setiap kecamatan, mendatangi rumah-rumah para lansia penerima bantuan setiap Jumat di minggu pertama setiap bulan.
Selain bantuan uang tunai, ASN yang ingin menyumbangkan barang juga diperbolehkan.
“Bagi yang ingin memberikan logistik atau kebutuhan lain juga diperbolehkan. Namun, bentuk utama bantuannya adalah uang, agar dapat langsung digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas Ngatiyana.
Ngatiyana menuturkan, program Cimahi Peduli Ibu ini diharapkan bisa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak lansia yang membutuhkan.
Dengan melibatkan ASN dan berbagai pihak, Ngatiyana tegaskan, Pemkot Cimahi ingin memastikan para ibu lansia mendapatkan perhatian dan dukungan yang lebih layak.
“Ini bukan hanya sekadar program bantuan, tapi juga bentuk kepedulian kita kepada para ibu yang telah berjuang membesarkan anak-anaknya,” pungkas Ngatiyana.
Baca Juga:Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Nyaah Ka Indung, Tiap ASN Punya Ibu AsuhJNE Gelar Halal Bihalal 1446 H Bersama Untuk Maju dan Bahagia
Salah satu lansia penerima bantuan dalam program ini adalah Popon (73), warga Kelurahan Melong. Popon mengaku tidak memiliki penghasilan dan sehari-hari bergantung pada bantuan orang lain.
“Kebutuhan banyak, segini juga saya sudah berterima kasih dengan adanya program ini,” kata Popon.
Bantuan yang diterima Popon nantinya akan ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari seperti beras dan sembako.
“Beli beras dan kebutuhan sehari-hari. Sejauh ini kesulitan karena gak punya suami dan gak kerja juga,” kata Popon.
