JABAR EKSPRES – Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi sebut pembentukan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih membutuhkan anggaran sekitar Rp400 triliun.
Setiap desa akan mendapat dana untuk koperasi sebesar Rp5 miliar, di mana pengelolaannya akan berada di bawah Kementerian Keuangan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Budi menambahkan, pendirian Koperasi Desa bertujuan untuk mewujudkan daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian.
Baca Juga:Menkeu Sederhanakan Regulasi untuk Jaga Ekonomi dari Turbulensi GlobalAnak-anak Sukahaji dalam Pusaran Sengketa Tanah
“Koperasi Merah Putih ini adalah wujud dari perwujudan daya tahan ekonomi nasional, di tengah ketidapastian dan goncangan dinamika global. Jadi kita harus kuat dulu, ketahanan pangan kita harus kuat,” katanya.
Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam acara “Ramadhan Deligght Market” di Jakarta, Rabu (19/3).
Menkop mengungkapkan apabila setiap koperasi desa mendapat anggaran sebesar Rp7 miliar, lalu ketika dihitung secara keseluruhan untuk 70 ribu desa, maka perputaran uang diseluruh Indonesia bisa mencapai Rp490 triliun.
