Dewan Sayangkan Kasus Dokter Rudapaksa di RSHS, Butuh Perbaikan Infrastruktur hingga Evaluasi Tes Kedokteran

Anggota Komisi V DPRD Jabar Zaini Shofari.
Anggota Komisi V DPRD Jabar Zaini Shofari.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Anggota Komisi 5 DPRD Jabar Zaini Shofari turut menyayangkan kasus rudapaksa oleh Dokter PPDS di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Pihaknya mendorong perbaikan tes kedokteran dan infrastruktur rumah sakit.

Zaini menuturkan, aksi bejat tersebut bisa terjadi tentunya karena beberapa faktor. Artinya tidak hanya faktor personal dari oknum dokter tersebut.

Salah satunya terkait infrastruktur dan petugas di rumah sakit, misalnya keberadaan dan fungsi Closed Circuit Television (CCTV).

Baca Juga:Update Kasus KDRT Adelia Septa, Suami Belum Ditetapkan Tersangka Meski Sudah Jalani PemeriksaanMadrid Janji Tumbangkan Arsenal!

Perangkat CCTV di rumah sakit mestinya bisa menjangkau ruang – ruang di rumah sakit. Yang lebih penting lagi, harus ada petugas yang secara aktif memonitor, sehingga bisa mencegah jika ada potensi kejadian yang tidak diinginkan.

“CCTV itu bisa dioptimalkan untuk pencegahan, bukan hanya alat bantu atau alat bukti setelah kejadian,” cetusnya, Kamis (10/4).

Hadirnya CCTV di tambah petugas yang memonitor akan menciutkan nyali para pelaku kejahatan. Hal itu bukan hanya untuk menangkal ulah doktor nakal, tapi juga mencegah aksi pencurian di rumah sakit, seperti pencurian barang bawaan pasien atau penunggu pasien.

Politkus PPP itu juga menyoroti pentingnya tes kejiwaan dalam proses seleksi calon dokter, terutama yang masuk ke jenjang pendidikan spesialis.

Mestinya perilaku menyimpang seperti dalam kasus yang baru terjadi terkait kelainan kejiwaan oknum dokter itu bisa terbaca sejak awal.

“Jadi dokter kan ada tes MMPI, harusnya penyimpangan perilaku itu bisa terbaca. Ini bisa tesnya yang salah atau proses tesnya yang perlu dievaluasi,” bebernya.

Zaini juga menyoroti kondisi RSHS yang hingga kini masih menjadi rumah sakit rujukan utama dari berbagai daerah di Jawa Barat, mulai dari wilayah Pantura hingga Jabar Selatan.

Baca Juga:Persib Optimis Bawa Pulang 3 Poin dari SamarindaRSHS Laporkan Pelaku Pelecehan Seksual, Polisi Amankan Tersangka!

Menurutnya, luasnya area rumah sakit tidak cukup jika tidak diimbangi dengan jumlah personel yang memadai.

“Bukan hanya dokter dan perawat, tapi juga petugas keamanan untuk menjaga kenyamanan pasien dan pengunjung,” jelasnya.

0 Komentar