Pertumbuhan usaha yang dijalani Cathy itu tidak hanya menguntungkan secara pribadi. Tapi juga bisa mendongkrak perekonomian orang lain. Salah satunya penyerapan tenaga kerja baik dalam produksi maupun pemasaran.
Kayu-kayu itu biasanya datang dalam beberapa potongan besar. Bahan itu kemudian diolah oleh para perajin Nicole’s Natural. Mulai dari dipotong dalam bentuk dasar, dipoles, hingga diukir menggunakan mesin.
Setelah jadi, produk-produk itu kemudian disimpan hingga dikemas dan dikirim ketika ada pesanan. Sedikitnya ada 10 karyawan yang dipekerjakan Nicole’s Natural. “Kalau banyak order bisa sampai panggil tenaga part time,” ucap Cathy.
Baca Juga:Wisata Religi Pabrik Al-Qur’an Syamil, Belajar Adab di Balik LembarHadiri Launching BisKita Trans Pakuan, Ketua DPRD Kota Bogor Dukung Pengoperasian Kembali Transportasi Umum
Dengan demikian, sedikit banyak Cathy juga turut membantu perekonomian masyarakat. Khususnya bagi mereka yang direkrut sebagai karyawan.
Riset Pasar Kunci Produk Bertahan dan Diminati
Cathy sebenarnya bukan orang yang punya latar belakang pengusaha ulung. Pendidikannya adalah akuntansi. Ia justru banyak belajar secara otodidak dalam mengkatrol bisnisnya sampai saat ini.
Cathy sendiri memang suka nimbrung dalam komunitas pecinta lingkungan. Hal itulah yang menggerakkan Cathy untuk memproduksi produk ramah lingkungan. “Circle saya kan orang lingkungan, makanya produk yang dibuat ramah lingkungan,” tuturnya.
Masih kata Cathy, dalam menjaga bisnisnya ia berupaya untuk terus mengikuti perkembangan pasar. Artinya ia terus meriset kebutuhan pasar. Mulai dari menelaah desain-desain baru dalam produk perabot dapur atau rumah tangga, termasuk memantau permintaan produknya. “Ya diamati mana yang laku mana tidak. Lalu desain-desain baru yang berkembang,” ujarnya.
