Kisah UMKM Nicole’s Natural, Jaga Bumi dan Tembus Pasar Global dengan Perabot Dapur Ramah Lingkungan

Founder Nicole’s Natural Cathy Alexandra menunjukkan beberapa produk jadi perabot dapur dari bahan solid wood. (Istimewa)
Founder Nicole’s Natural Cathy Alexandra menunjukkan beberapa produk jadi perabot dapur dari bahan solid wood. (Istimewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Nicole’s Natural bukan sekedar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Ia tumbuh dengan produk perabot dapur hingga menembus pasar global. Sisi lainnya, UMKM di Kota Bandung itu juga mengkampanyekan upaya menjaga bumi dengan bahan baku ramah lingkungan.

Upaya menjaga bumi penting dilakukan. Karena kerusakan lingkungan kian parah. Misalnya saja berdasar data World Bank pada 2020, Indonesia termasuk dalam 5 besar negara penghasil sampah di dunia. Lalu dalam Jurnal Nature 2020 juga, dilaporkan Indonesia menjadi penyumbang ketiga terbesar polusi plastik dunia. Itu ditulis oleh tiga peneliti dari University of Leeds, Inggris.

Oleh sebab itu, menjaga bumi adalah peran setiap orang. Dan itu bisa dimulai dari dapur, salah satunya dengan beralih menggunakan perabot dapur yang lebih ramah lingkungan. Itulah semangat yang ikut dikampanyekan Nicole’s Natural.

Baca Juga:Wisata Religi Pabrik Al-Qur’an Syamil, Belajar Adab di Balik LembarHadiri Launching BisKita Trans Pakuan, Ketua DPRD Kota Bogor Dukung Pengoperasian Kembali Transportasi Umum

UMKM yang bermarkas di Kecamatan Bojongloa Kidul itu dibangun oleh Cathy Alexandra. Kisahnya dimulai 2012 lalu. Perempuan 52 tahun itu awalnya tidak memproduksi berbagai perabot dapur, tapi lebih ke produk kecantikan. Seperti sabun mandi hingga masker wajah. “Itu diolah dari bahan-bahan alami,” kata Cathy.

Cathy melanjutkan, produk berbahan alami itu dinilai lebih sehat dan aman. Kemudian produk-produk itu dipasarkan melalui berbagai cara. Mulai dari ke toko-toko maupun pemasaran lewat mulut ke mulut.

Dari situlah Cathy kemudian memutar haluan. Ia kemudian mulai memproduksi berbagai wadah berbahan solid wood itu. “Kisaran 2016, kami mulai produksi produk berbahan kayu tersebut,” tuturnya.

0 Komentar