JABAR EKSPRES – Sejumlah rumah di kawasan Jalan Cihanjuang, Gang Ikras 2, RT 04 RW 19, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, terancam akibat pergerakan tanah yang terjadi sejak Senin (7/4) pagi.
Sejumlah warga panik setelah mendengar suara gemuruh dari dalam rumah mereka, sebelum akhirnya menyelamatkan diri ke luar rumah. Warga yang terdampak melaporkan bahwa retakan di tanah dan bangunan terjadi secara bertahap, dari yang semula kecil hingga semakin membesar.
Pergerakan tanah ini menyebabkan beberapa rumah mengalami retak serta kemiringan yang signifikan dan tidak lagi aman untuk ditempati.
Baca Juga:Rupiah Melemah Nyaris Sentuh Rp17.000, Analis Sebut Rencana Penerapan Tarif Impor AS jadi Penyebabnya!Buntut Kekerasan Terhadap Jurnalis, Kompolnas Desak Ipda E Ditindaklanjuti
Hendarsyah (43), salah seorang warga terdampak, mengungkapkan bahwa kejadian ini disebabkan oleh kontur tanah yang labil. Meskipun sudah memperkuat rumahnya dengan delapan fondasi cakar ayam, bangunannya tetap mengalami pergeseran.
“Masih ada barang-barang di lantai atas yang belum diambil karena takut kalau masuk rumah bisa terjadi sesuatu. Khawatir ambruk,” tambahnya.
Warga lainnya, Memen Suhara (72), mengisahkan bahwa saat kejadian, ia sedang bekerja. Ia mendapat kabar dari adiknya bahwa rumahnya mengalami getaran hebat.
“Di rumah ada istri saya yang sudah tiga tahun mengalami stroke. Saat kejadian, dia digendong keluar oleh adik saya supaya aman,” kata Memen.
Memen mengatakan ini adalah pertama kalinya pergerakan tanah terjadi di sekitar rumahnya. Sebelumnya, kejadian serupa pernah terjadi di wilayah lain yang tidak terlalu jauh.
“Harapan kami, pemerintah bisa memberikan bantuan terkait kondisi rumah yang terdampak,” harapnya.
Kini, para warga yang terdampak terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudaranya, bahkan ada yang mengontrak sementara.
Baca Juga:Bahan Pokok Alami Kenaikan Selama Lebaran, Pedagang Pasar Atas Baru Cimahi Ungkap Ini Alasannya!Mo Salah Puasa Gol, Arne Slot Tak Khawatir?
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, menjelaskan pergerakan tanah ini disebabkan oleh faktor alami, terutama karena lokasi permukiman warga berada di pinggir lereng.
