Adapun dalam peristiwa ini, Andy menyebut hampir 10 rumah terdampak dengan empat rumah mengalami dampak langsung dan enam lainnya berpotensi terdampak.
Menurutnya, kondisi tanah yang terus bergerak, menyebabkan lantai rumah-rumah di zona terdampak mulai terangkat. Oleh karena itu, BPBD meminta warga untuk melakukan evakuasi mandiri demi keselamatan.
“Potensinya sangat jelas. Kami menyarankan dengan sangat agar warga segera mengungsi dari rumah-rumah yang berisiko,” ujar Andy, sapaan akrabnya.
Baca Juga:Rupiah Melemah Nyaris Sentuh Rp17.000, Analis Sebut Rencana Penerapan Tarif Impor AS jadi Penyebabnya!Buntut Kekerasan Terhadap Jurnalis, Kompolnas Desak Ipda E Ditindaklanjuti
Andy mengungkapkan bahwa pergerakan tanah ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari intensitas hujan hingga kondisi kontur tanah yang tidak stabil.
Ia menambahkan, berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi rumah-rumah yang terdampak sudah dalam kategori sedang hingga berat.
“Kerusakannya sedang, tetapi rumah-rumah ini sudah tidak bisa ditinggali. Secara fisik, bangunan terlihat miring, retak, dan sangat berisiko,” bebernya.
Untuk prosedur pengamanan, BPBD akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk kajian teknis mengenai pembongkaran dan pengamanan bangunan yang terdampak.
“Kami tidak bertindak sendiri. Semua harus dikaji dengan baik sebelum tindakan lebih lanjut dilakukan. Tapi, kami akan tetap berusaha melaksanakan dalam waktu yang tidak terlalu lama,” pungkasnya. (Mong)
