Darwis Sitorus juga menyampaikan data TPK hotel gabungan Maret 2025 sebesar 37,88 persen atau turun 2,20 poin dibandingkan Januari 2025. Dengan rincian TPK hotel bintang sebesar 45,51 persen dan TPK hotel non bintang sebesar 21,33 persen.
“Minimnya libur tanggal merah di Februari 2025 dan ada kemungkinan pengaruh pembatasan anggaran pemerintah terkait kegiatan MICE memberi dampak signifikan terhadap penurunan angka TPK”, kata Darwis.
Penurunan juga terjadi pada penumpang domestik Februari 2025 yang hanya sebanyak 3,71 ribu orang atau turun 47,62 persen dibandingkan Januari 2025 yang mencapai 7,09 ribu orang. Akan tetapi untuk penumpang internasional justru mengalami kenaikan sebesar 1,77 persen dari 0,85 ribu orang pada Januari 2025 menjadi 0,86 ribu pada Februari 2025. Untuk angkutan kereta api jumlah penumpang Februari 2025 mencapai 1,92 juta orang, turun sebesar 10,27 persen dibandingkan Januari 2025 yang mencapai 2,14 juta orang. Sementara itu jumlah penumpang Whoosh Februari 2025 sebanyak 0,24 juta orang atau turun 9,67 persen dibandingkan Januari 2025 yang mencapai 0,26 juta orang.
Baca Juga:Berikut Deretan Bansos yang Bakal Cair Bulan April, Termasuk PKH dan BPNTCara Registrasi Aplikasi JKN Mobile secara Mandiri Lengkap dengan Manfaatnya
Data muatan barang dan peti kemas Februari 2025, pada angkutan laut domestik sebanyak 143,55 ribu ton, dan angkutan laut internasional sebanyak 42,88 ribu ton. Sementara angkutan udara domestik sebesar 65,78 ton dan angkutan udara internasional sebanyak 5,31 ton.
Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus juga menyampaikan perkembangan ekspor dan impor Jawa Barat. Nilai ekspor pada Februari 2025 mencapai 3,20 miliar USD atau naik sebesar 5,98 persen dibandingkan Januari 2025. Sementara nilai impor Februari 2025 mencapai 0,88 miliar USD atau turun sebesar 17,97 persen dibandingkan Januari 2025.
Kenaikan tertinggi ekspor Jawa Barat yaitu pada kelompok kendaraan dan bagiannya (HS 87) dan perhiasan/permata (HS 71). Sementara penurunan tertinggi impor Jawa Barat terjadi pada kelompok filamen buatan (HS 54), kain rajutan (HS 60), dan kapas (HS 52).
“Secara neraca perdagangan Februari 2025 masih surplus 2,32 milyar USD. Menurut negara, neraca perdagangan Jabar surplus dengan Amerika Serikat, Filipina, Thailand dan Vietnam”, pungkas Darwis. *
