Tebing 15 Meter Longsor, Jalur Alternatif Panjalu-Kawali Tak dapat Diakses

Tebing setinggi 15 meter di Blok Karoya, Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, longsor dan menutupi Jalan Panjalu-Kawali, Sabtu (5/4/2025) malam. (Istimewa)
Tebing setinggi 15 meter di Blok Karoya, Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, longsor dan menutupi Jalan Panjalu-Kawali, Sabtu (5/4/2025) malam. (Istimewa)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Tebing setinggi 15 meter di Blok Karoya, Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, longsor dan menutupi Jalan Panjalu-Kawali, Sabtu (5/4) malam. Insiden ini sempat mengganggu arus lalu lintas, meski tidak menelan korban jiwa.

Berdasarkan informasi dari petugas, longsor dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Ciamis dalam beberapa hari terakhir. Selain menimbun jalan, material longsor berupa tanah, batu, dan pohon tumbang juga menyebabkan kemacetan di kedua arah.

Kapolsek Panjalu, AKP Yaya Koswara, mengatakan bahwa petugas gabungan TNI, Polri, BPBD, TAGANA, dan warga setempat segera melakukan pembersihan meski dalam kondisi hujan.

Baca Juga:Garut Alami Kepadatan di H+2 Lebaran, Polisi Berlakukan One WayAntisipasi Joki Jalanan, Tim Khusus Siaga di Jalur Alternatif Puncak

“Longsor terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Saat ini kami bersama warga berupaya membersihkan material agar lalu lintas kembali normal,” ujarnya, Minggu (6/4/2025).

Jalan Panjalu-Kawali dikenal berkelok dan diapit tebing tinggi. Pengendara disarankan memantau informasi terkini dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

Sebelumnya, Kabupaten Ciamis kembali dilanda serangkaian bencana alam dalam beberapa hari terakhir. Cuaca ekstrem yang melanda wilayah ini memicu tanah longsor, banjir, serta pohon tumbang di sejumlah kecamatan, mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan mengancam keselamatan warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Menurut Ani Supiani, kondisi cuaca yang tidak stabil dengan intensitas hujan tinggi menjadi penyebab utama bencana ini. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir,” ujar Ani.

Salah satu bencana yang cukup parah terjadi di Dusun Sukamantri, RT 39 RW 10, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican. Tanah longsor menutup akses jalan penghubung antara Pamarican (Ciamis) dan Langkaplancar (Pangandaran) di tiga titik berbeda. Akibatnya, arus transportasi terhambat, dan petugas terpaksa menutup sementara ruas jalan tersebut. Warga setempat diminta mencari alternatif rute untuk menghindari lokasi bencana.

0 Komentar