JABAR EKSPRES – Dalam beberapa bulan terakhir, aplikasi AKQA kembali menjadi sorotan sebagai skema investasi yang diduga kuat merupakan penipuan. Banyak pengguna yang mencoba mendaftar dan menggunakan aplikasi ini, tetapi sering kali akun mereka justru diblokir. Lebih mencurigakan lagi, website dari aplikasi AKQA ini ternyata tidak hanya satu, melainkan banyak versi seperti AKQA Job dan Dream AKQA yang masih aktif hingga sekarang. Ini mengindikasikan bahwa aplikasi tersebut terus bermetamorfosis untuk menghindari deteksi.
Aplikasi AKQA memiliki pola khas skema Ponzi, di mana pengguna wajib memiliki kode undangan untuk bisa mendaftar. Proses registrasi juga terbilang aneh—meskipun menggunakan nomor acak dan kata sandi sembarangan, pendaftaran tetap berhasil dilakukan. Ini menunjukkan bahwa sistemnya hanya dibuat untuk merekrut anggota baru tanpa verifikasi yang jelas.
Buzzer atau akun bayaran juga sering digunakan untuk menyebarkan komentar-komentar positif, seperti:
Baca Juga:Klaim Link DANA Kaget 28 Maret 2025, Dapatkan Saldo Gratis Langsung ke HP-muArti Warna Biru, Kuning, Merah, dan Abu-Abu di Info GTK
- “Hati-hati kalau buat konten, nanti dituntut.”
- “Sampai sekarang gue masih bisa narik, nggak ada bukti kalau ini penipuan.”
Komentar seperti ini dibuat untuk meyakinkan calon korban bahwa aplikasi masih berjalan normal, padahal kenyataannya hanya pengguna lama yang diuntungkan sementara pengguna baru terjebak.
Salah satu indikator utama skema Ponzi adalah sistem referal yang menjanjikan komisi besar bagi mereka yang berhasil merekrut anggota baru. Dalam aplikasi AKQA, skema komisinya sebagai berikut:
