Menyambut Tradisi Mudik Lebaran, Pengamat Transportasi Tekankan Ramp Check Penting Dilakukan

Ilustrasi: Bus Metro Jabar Trans melintas di Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Kamis (13/3). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Ilustrasi: Bus Metro Jabar Trans melintas di Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Kamis (13/3). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Aktivitas ramp check bus wisata, ujar Djoko, dapat dilakukan di Pool PO Bus Wisata atau lokasi wisata. “Jangan sampai nanti ketika pemberangkatan mudik gratis ditemukan sejumlah unit bus wisata tidak laik jalan,” ujarnya.

Djoko menyebutkan, untuk penyediaan bus wisata, yang kerap disewa untuk mudik gratis lebaran harus dalam kondisi laik jalan.

Djoko menyampaikan, perjalanan jarak jauh perlu disediakan dua orang pengemudi. Apalagi kondisi mudik, waktu perjalanan bisa lebih lama dari kondisi biasanya.

Baca Juga:Website Resmi Pemkab Bandung Diduga Diretas, Muncul Kata “Slot Gacor” di GoogleRamadan Dongkrak Penjualan, Home Industri Kue Kering di Ciamis Banjir Orderan

Para penyelenggara mudik harus bertanggung jawab, terhadap keselamatan pemudik dengan memastikan bahwa bus yang digunakan adalah bus pariwisata resmi, yang memiliki perizinan dan telah dilakukan ramp check oleh pemerintah, ditandai dengan logo ramp check yang ditempel di kaca bagian depan.

Di samping itu, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata itu juga menyoroti sejumlah kegiatan yang sangat berkaitan dengan keselamatan, yang dinilai tidak dianggarkan.

“Seperti pengadaan dan pemeliharaan fasilitas perlengkapan jalan (rambu lalu lintas, guardrail, marka jalan, penerangan jalan umum/PJU),” ucap Djoko.

“Juga anggaran untuk koordinasi, konsolidasi, dan monitoring untuk penanganan sepanjang ruas jalan nasional dan provinsi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah tidak ada anggaran,” lanjutnya.

Djoko menuturkan, Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) membutuhkan anggaran.

0 Komentar