Polemik MinyaKita Bikin Gaduh, Begini Kata Mendag!

Ilustrasi: Seorang penjual menata MinyaKita di kios miliknya di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Selasa (11/3). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Ilustrasi: Seorang penjual menata MinyaKita di kios miliknya di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Selasa (11/3). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Polemik pemalsuan minyak goreng subsidi, MinyaKita, hingga pengurangan takaran cukup memancing perhatian publik. Untuk itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan pihaknya akan terus mengawasi peredaran MinyaKita agar sesuai takaran.

“Kami sampaikan ke masyarakat tidak perlu khawatir dengan pasokan barang. Pasokan minyak tetap berjalan sesuai ukuran,” ujarnya dikutip Rabu (12/3/2025).

Ia juga memastikan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan para produsen agar menyesuaikan takaran seperti yang tertera dalam kemasan, yakni satu liter per kemasan.

Baca Juga:Antisipasi Lonjakan Permintaan BBM, Pertamina Bentuk Satgas KhususSDN Cibabat Mandiri 1 Cimahi Batal Gelar Perpisahan di Luar Sekolah

Dengan demikian, Budi meminta masyarakat untuk tetap tenang dengan pasokan barang, karena dipastikan telah sesuai dengan ukuran yang semestinya.

Mengenai penyegelan, pihaknya mengingatkan kembali kepada para pelaku usaha agar tidak melakukan hal serupa sehingga merugikan masyarakat.

Pada kios pertama, tim satgas mendapati minyak goreng MinyaKita kemasan pouch yang diproduksi CV Surya Agung dijual dengan harga Rp18.000.

Penjual mengaku membeli minyak tersebut dari distributor sebesar Rp17.000, sehingga sudah melewati batas HET dari tingkat distributor.

0 Komentar