Disperindag Bogor Percepat Operasi Pasar Jelang Lebaran, Pastikan Harga Bahan Pokok Terjangkau

Harga bahan pokok di Kabupaten Bogor terjangkau/ Foto: Sandika /jabarekspres.com
Harga bahan pokok di Kabupaten Bogor terjangkau/ Foto: Sandika /jabarekspres.com
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bogor akan mempercepat pelaksanaan operasi pasar untuk menekan lonjakan harga bahan pokok menjelang Lebaran.

Langkah ini diambil sebagai upaya pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terjangkau selama periode Idul Fitri.

Sebelumnya, Pemkab Bogor telah menggelar bazar murah Ramadan yang melibatkan berbagai tenant, mulai dari UMKM hingga swalayan.

Baca Juga:Pernyataan Sikap Keluarga Besar SMAN 1 Bandung Soal Sengketa Lahan yang Tengah Berproses di PengadilanGercep! Lampu Merah Lapang Bhakti Banjar Langsung Diperbaiki Setelah Dilaporkan Rusak

Bazar tersebut menyediakan berbagai kebutuhan untuk Lebaran, termasuk daging, kue, dan pakaian lebaran.

Kepala Disperindag Kabupaten Bogor, Arif Rahman, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendampingi Bupati dan Wakil Bupati Bogor dalam melakukan operasi pasar.

“Kaitan itu kita akan lakukan oprasi pasar terus, pimpinan bupati dan wakilbupati memantau terus,” katanya, Kamis (20/3).

Selain itu, Disperindag juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau ketersediaan dan harga bahan pokok di pasar.

Menurut Arif, operasi pasar bertujuan untuk menurunkan harga yang tinggi di pasar tradisional.

Sebagai contoh, harga minyak goreng curah merk Minyakita di pasar tradisional dapat mencapai Rp 17.000 per liter, sementara di bazar murah Ramadan, harga Minyakita hanya dijual seharga Rp 14.700.

Arif menambahkan bahwa harga-harga terjangkau ini dapat tercapai karena Disperindag langsung membeli bahan pokok, seperti telur, dari peternak.

Baca Juga:Antusiasme Warga Jabar Meledak, Pendapatan Pajak Kendaraan Tembus Rp 4,4 Miliar Hanya Dalam 1,5 JamAntusiasme Warga Bandung Sambut Penghapusan Pajak Kendaraan, Samsat Soreang Penuh

“Telor dipasar 27 Ribu, disini kita jual 24 Ribu, jadi kita langsung ambil dari ternaknya, ga ada anggaran distribusi dan sebagainya, yang penting kita berikan masyarakat harga yang terjangkau,” pungkasnya.

0 Komentar