JABAR EKSPRES – Hampir seluruh kelurahan di Kota Cimahi memiliki potensi kerawanan bencana, mulai dari banjir, longsor, hingga pergeseran tanah. Kondisi ini diperparah dengan cuaca ekstrem yang tengah melanda sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fitriandy Kurniawan, mengungkapkan pihaknya terus memetakan dan mengantisipasi titik-titik rawan bencana di seluruh kelurahan.
“Dengan sangat menyesal saya sampaikan, hampir di semua kelurahan terdapat potensi kerawanan bencana. Tentunya kita akan lebih fokus antisipasi pada daerah-daerah tersebut,” ujar Fitriandy kepada awak media, Selasa (11/3/2025).
Baca Juga:Kunjungi Pasar Cibinong, Bupati Bogor Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Aman hingga Idul Fitri61.676 Jiwa Terdampak Banjir Kabupaten Bandung, Wakil Ketua DPR RI: Pemangku Kepentingan Harus Kerja Optimal Atasi Bencana
“Jadi semua hidrometeorologi ada di Cimahi, mulai dari banjir limpasan, genangan, banjir bandang, banjir luapan, hingga pergeseran tanah. Ini karena kontur tanah Cimahi yang sangat dinamis,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kota Cimahi menyiapkan personel yang bertugas selama 24 jam dengan 10 orang di setiap shift.
Namun, Fitriandy mengakui jumlah personel yang ada masih kurang untuk menghadapi potensi bencana yang tidak bisa diprediksi.
Beberapa di antaranya berada di Cireundeu, Cibeber RW 07, dan Cipageran RW 07. “Dari ketiga titik itu, yang berdampak cukup luar biasa adalah Cireundeu,” ujarnya.
Penanganan bencana longsor di Cireundeu saat ini sudah mencapai 80 persen dengan menggunakan alat berat. Rohmat optimis proses pengangkatan material yang menyumbat saluran air bisa segera dituntaskan.
