Tingginya Potensi Bencana di Cimahi, Alih Fungsi Lahan di Kawasan Bandung Utara Jadi Sorotan

Wakil Wali Kota Cimahi, Adithia Yudhistira saat Sambutan dalam Apel Pasukan Siaga Bencana BPBD Cimahi (mong)
Wakil Wali Kota Cimahi, Adithia Yudhistira saat Sambutan dalam Apel Pasukan Siaga Bencana BPBD Cimahi (mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Persoalan banjir dan longsor di Kota Cimahi menjadi sorotan menyusul seringnya bencana terjadi di sejumlah titik. Salah satu perhatian tertuju pada kawasan Bandung Utara (KBU) yang mengalami alih fungsi lahan, sehingga meningkatkan potensi bencana.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adithia Yudhistira, menegaskan pentingnya mitigasi bencana, khususnya untuk wilayah yang rawan longsor.

Ia menilai, banyak kejadian longsor disebabkan oleh kondisi Tembok Penahan Tanah (TPT) yang tidak layak atau wilayah lereng yang tidak dilengkapi dengan TPT.

Baca Juga:Manfaatkan Media Sosial, Inilah Cara Ubah Kebiasaan Digital Jadi Ladang PahalaBKN Bantu Peluang CPNS yang Terlanjur Resign untuk Bekerja Sementara

“Kita ikut bagaimana pemikiran beliau, dalam rangka menjaga alam semesta supaya tidak terjadi alih fungsi dan sebagainya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Adithia menyampaikan pihaknya akan melakukan pendataan terhadap wilayah-wilayah di Cimahi yang berpotensi rawan bencana, khususnya di kawasan Bandung Utara yang memiliki regulasi khusus terkait ketinggian wilayah di atas permukaan laut (Mdpl).

“Setahu saya, ada radius tertentu termasuk kategori Mdpl-nya, ketinggian di atas laut. Tapi kadang itu juga menjadi problem, karena sebagian besar wilayah Cimahi cukup tinggi Mdpl-nya. Itu yang harus kita kaji dan rembug bersama kepala daerah di wilayah Bandung Raya,” terangnya.

0 Komentar