JABAR EKSPRES – Seni rupa terus bertahan di tengah arus globalisasi dan modernisasi. Salah satu seniman yang mempertahankan eksistensi seni rupa di Kota Cimahi adalah Anton Sugianto, warga Cigugur Tengah.
Ia menggeluti seni foto dengan teknik siluet dan ukiran kayu MDF, menciptakan karya yang bernilai estetika tinggi dan diminati berbagai kalangan, termasuk para pejabat.
Anton memulai perjalanan seninya pada 2014, setelah menemukan bahan-bahan limbah seperti paralon, kayu bekas, dan kayu MDF saat bekerja di Bank Samici Kota Cimahi.
Baca Juga:Dugaan Markup di Proyek Puskesmas DTP Cimanggung Sumedang, Pemilik Lahan: Pemda Minta Saya Jual Tanah TersebutMelihat Qur’an Tulis Tangan di Bandung, Wisata Religi di Masjid Mungsolkanas
Dari situ, ia bereksperimen hingga menemukan teknik siluet yang menjadi ciri khas karyanya.
“Di Samici banyak barang limbah yang tidak terpakai. Saya coba-coba, akhirnya saya menemukan siluet dari bahan kayu MDF,” ujar Anton saat ditemui di kediamannya, Jumat (7/3/25).
Selain aktif berkesenian, Anton juga berkecimpung di dunia politik dan sosial.
“Aktivis juga sih kata orang,” ujarnya sembari tertawa.
Karya Anton tidak hanya diminati masyarakat umum, tetapi juga pejabat. Sejumlah tokoh, seperti mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menteri Pangan, dan Menteri Perdagangan Dyah Roro, pernah memesan karya seni foto siluet darinya.
“Para pejabat Cimahi juga sudah banyak yang pesan,” ungkap pria yang akrab disapa Anton Jeprut itu.
Anton menegaskan bahwa dirinya bukan sekadar menjual produk, melainkan menjual kreativitas. Harga satu karya seni buatannya dipatok sekitar Rp500 ribu, tetapi sering kali pelanggan memberikan lebih sebagai bentuk apresiasi terhadap hasil karyanya.
“Rata-rata saya hargai Rp500 ribu. Tapi kalau ada yang memberi lebih, ya saya terima, mungkin karena mereka suka dengan hasilnya,” jelasnya.
Baca Juga:Kapolres Banjar Gelar Bakti Sosial Jumat Berkah Bulan Ramadan84 Ribu Pelajar dan Mahasiswa di Bandung Pecahkan Rekor MURI dengan Menulis Mushaf Al-Qur’an
Pada awalnya, Anton tidak berniat serius mengembangkan bisnis dari karya seninya. Namun, seiring waktu, permintaan semakin banyak, dan ia mulai melihatnya sebagai peluang bisnis.
“Dulu iseng-iseng saja, tapi sekarang sudah ke arah bisnis,” tuturnya sambil menunjukkan hasil karyanya.
