Sejauh ini, upaya penyelesaian masih menemui jalan buntu. Pemerintah daerah belum memberikan keputusan tegas, sementara warga yang menolak terus mendesak agar aktivitas ibadah di GSG dihentikan.
“Kami masih ingin berdialog dengan mereka, tapi mereka tidak membuka diri. Warga hanya ingin satu hal: hentikan ibadah di gedung ini,” kata Anton.
Sementara itu, Yosep berharap semua pihak bisa saling menghormati hak beribadah jemaat Katolik. “Kami umat beragama punya hak untuk beribadah. Tolong itu yang dijaga,” pungkasnya.
