Horor Kota Bogor: Bayi Tewas Akibat Longsor hingga Jalan Amblas

Ilustrasi: Kondisi amblasnya Jalan Saleh Danasasmita, Batutulis, Kota Bogor, Selasa (4/3). (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
Ilustrasi: Kondisi amblasnya Jalan Saleh Danasasmita, Batutulis, Kota Bogor, Selasa (4/3). (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Bogor sejak tiga hari terakhir memporak-porandakan sejumlah fasilitas umum dan permukiman warga imbas banjir lintasan dan tanah longsor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat, ada 25 kejadian bencana yang tersebar diseluruh kecamatan.

Paling horor adalah bencana longsor tembok penahan tanah (TPT) di Kampung Babakan Poncol, RT 1/2, Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara yang menelan satu korban jiwa, yakni, Saka, seorang bayi berusia 11 bulan, sementara ibunya, Novi (40) mengalami luka berat dan masih dalam perawatan intensif di RSUD Kota Bogor.

Baca Juga:Pejabat Eselon IIb di Sumedang Diduga Lakukan Penipuan Lewat Program BPNT, Korban Rugi Rp610 JutaPria Terseret Arus Banjir di Kali Bekasi, Pencarian Masih Berlanjut

“Total update dari BPBD dan update dari relawan itu ada 25 kejadian selama tiga hari kemarin, saat hujan deras. Minggu 14 kejadian Senin 11 kejadian. Untuk korban jiwa ada 1 yakni bayi 11 bulan,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin pada Selasa (4/3).

Lokasi horor lainnya yakni di Jalan Saleh Danasasmita, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, yang menyebabkan akses jalan terputus kedua arah.

Akibatnya arus lalulintas di jalan mengarah Stasiun Batutulis tersebut lumpuh total. Longsornya jalan di atas underpass Batutulis ini terjadi Selasa (4/3) sekitar pukul 01.30 WIB dini hari.

Sebelum terjadi longsor, aspal jalan lebih dulu mengalami retakan, yang dalam waktu beberapa menit semakin membesar hingga akhirnya menyebabkan longsor.

Jenal Mutaqin mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, masih terjadi pergerakan tanah di lokasi.

“Sejak terjadi longsor ini, akses jalan sudah ditutup. Oleh karena itu, telah dilakukan pengalihan dan rekayasa arus lalu lintas karena jalan yang lumpuh tidak bisa dilalui kendaraan,” tuturnya.

Berdasarkan hasil identifikasi awal, lokasi longsor ini masih dalam tanggung jawab kontraktor pelaksana pengerjaan, yaitu PT Yasapola.

Baca Juga:Modus Arisan Bodong di Banjar, Terdakwa KN Dituntut 3,6 Tahun PenjaraBNPB Targetkan Pemulihan Akses Jalan di Bogor Sebelum Lebaran, TNI Dikerahkan Bangun Jembatan Bailey

Proyek tersebut merupakan bagian dari paket pekerjaan Pembangunan Perlintasan Tidak Sebidang JPL 10 dan Penataan Stasiun Batutulis Lintas Bogor-Sukabumi, yang merupakan program dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat (BTP Bandung) untuk wilayah Bogor-Sukabumi.

0 Komentar