Sementara itu, salah seorang montir motor, Cahya warga Kampung Sukamulya, Desa Padalarang, mengatakan sejumlah resiko bakal didapat jika kendaraan roda dua sering memakai bensin oplosan.
Menurutnya, selain mesin menjadi rusak, performa kendaraan tersebut bukannya baik, melainkan semakin loyo. “Efeknya cukup beresiko, mulai dari suara mesin berisik, timbul kerak di piston, kepala silinder,” katanya.
“Adanya kerak akan menimbulkan knocking di mesin motor. Knocking di mesin motor ini yang membuat suara mesin motor berisik,” tandasnya. (Wit)
