Wamen ESDM Sebut BPI Danantara Percepat Pembiayaan Proyek PSN

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung. (foto/ANTARA)
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung. (foto/ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung sebut kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bisa mempercepat pembiayaan untuk proyek-proyek strategi nasional (PSN).

Menurutnya, pembentukan Danantara menjadikan Indonesia memiliki modal sekitar 900 miliar dolar AS atau sekitar Rp14.680 triliun (kurs Rp16.310).

“Jadi dengan adanya kekuatan 900 miliar dolar AS ini, kita akan bisa melakukan percepatan pembiayaan untuk proyek-proyek strategis dan prioritas secara nasional,” ucap Yuliot saat Rapat Kerja dengan Komite II DPD RI di Kompleks Senayan, Jakarta, Senin (24/2).

Baca Juga:Nasib Transportasi Publik Mengkhawatirkan, Sikap Menhub Dinilai Tidak JelasArmada Damkar Cimahi Memprihatinkan, Wakil Wali Kota Siap Perbaiki dengan Dana Pribadi

“Dengan adanya perubahan Undang-Undang Minerba ini, kami melihat prioritas ini sudah bisa kita jadikan payung hukum untuk percepat hirilisasi,” kata dia.

Presiden Prabowo dalam sambutannya saat peluncuran Darnantara mengatakan bahwa Danantara sebagai dana kekayaan negara atau sovereign wealth fund Indonesia itu akan mengelola aset senilai lebih dari 900 miliar dolar AS, dengan proyeksi dan awal mencapai 20 miliar dolar AS.

Menurutnya, pembentukan Danantara menandai era baru bagi BUMN yang dipandang bukan hanya sebagai entitas bisnis namun sebagai aset nasional.

Melalui Danantara, BUMN akan menjadi agen pembangunan dan pertumbuhan fundamental bagi pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteraan rakyat.

0 Komentar