JABAR EKSPRES – Kota Banjar, Jawa Barat, kembali menunjukkan kekayaan budayanya melalui Festival Kirab Budaya Janur yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-22 kota tersebut. Ribuan warga memadati Jalan Letjend Suwarto, Selasa (25/2/2024), larut dalam kemeriahan parade seni yang menampilkan keunikan tradisi lokal.
Festival tahunan ini tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga bukti komitmen masyarakat dalam melestarikan identitas budaya di tengah arus modernisasi.
Sebanyak 30 kontingen dari desa dan kelurahan se-Kota Banjar menampilkan beragam kesenian helaran, mulai dari Wayang Landung (wayang manusia berukuran besar), Manuk Janur (burung dari anyaman janur), hingga Buta Kararas (topeng raksasa penolak bala).
Baca Juga:Pemkot Bandung Tegaskan Percepat Perbaikan Kirmir Jebol di Pasar AncolTak Kunjung Bayar Ganti Rugi dalam Waktu 3 Minggu, Paguyuban Jakwir Diduga Ingkari Janji
“Ini bukan sekadar pertunjukan, setiap kostum dan gerakan tari mengandung cerita turun-temurun,” ujar Tati, seniman asal Kelurahan Banjar yang turut merancang Manuk Janur.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan banyak keluarga membawa anak-anak mereka menyaksikan kirab. Ramdani (42), warga setempat, mengaku tak pernah absen menyaksikan festival sejak pertama kali digelar 15 tahun silam.
“Kami berlatih seminggu penuh untuk memastikan tarian Wayang Landung sesuai pakem,” kata Diva (17), siswi SMA yang tergabung dalam kontingen Desa Balokang.
Kepala Bidang Kebudayaan Kota Banjar, Tatang Heryanto, menjelaskan bahwa festival ini adalah bagian dari program Revitalisasi Seni Tradisional yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sejak 2010.
“Kirab budaya tidak hanya mempertahankan seni, tapi juga menjadi daya tarik wisata. Tahun lalu, kunjungan wisatawan meningkat 25 persen selama festival,” ujarnya.
