JABAR EKSPRES — Di bawah langit pagi yang cerah, Situs Sanghyang Cipta Bojong Galuh Salawe di Kecamatan Cimaragas, Ciamis, dipenuhi gemuruh doa dan gemerisik daun yang tertiup angin. Situs bersejarah ini menjadi saksi mata rangkaian tradisi adat ‘Misalin’, tradisi turun-temurun masyarakat setempat untuk menyambut bulan suci Ramadan.
Tak hanya dihadiri warga, acara yang digelar dalam rangkaian ‘Mapag Ramadan’ ini juga dihadiri Sekretaris Dinas, Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Ciamis, serta sejumlah pejabat, yang turut merangkul kearifan lokal dalam balutan kesederhanaan.
Menurutnya, tradisi ini bukan sekadar seremoni, tapi ‘jalan panjang’ untuk menyucikan diri. Sebelum puncak acara, malam sebelumnya warga sudah menggelar ‘ngadamar’, mengarak obor dari bambu keliling kampung, sebagai seruan bahwa Ramadan telah di depan mata.
