“Namun, bukan soal santunan. Yang lebih penting adalah bagaimana peristiwa ini bisa menjadi momentum untuk membangun monumen peringatan,” tegasnya.
Ia mengingat upaya Ketua DPRD Kota Cimahi saat itu yang sekitar dua atau tiga tahun setelah tragedi, sempat meletakkan batu pertama untuk monumen korban tragedi Leuwigajah.
“Saat itu, batu monumen sudah ada bentuknya dan rencananya akan dituliskan nama-nama korban. Tapi sayang, sudah belasan tahun berlalu dan tidak ada realisasi,” kenangnya.
Baca Juga:Dedie A Rachim Teguhkan Visi Misi untuk Bogor Beres Bogor MajuSiswa di Bandung Barat Tewas Tertusuk Gunting, Pihak Sekolah Beberkan Kronologisnya
Yana berharap lahan seluas 80 hektare milik pemerintah di bekas TPA Leuwigajah bisa dimanfaatkan kembali dengan lebih baik.
“Lahan ini seharusnya bisa dikembalikan menjadi lingkungan yang lebih asri,” pungkasnya. (Mong)
