Tradisi-tradisi Menjelang Ramadhan, Benarkah Tidak Ada Tuntunannya Dalam Islam?

ILUSTRASI NYADRAN - menjalankan tradisi menjelang Ramadhan. (foto: ANTARA)
ILUSTRASI NYADRAN - menjalankan tradisi menjelang Ramadhan. (foto: ANTARA)
0 Komentar

Munggahan yaitu ‘unggah’ yang berarti naik. Dapat diartikan naik ke bulan suci atau tinggi derajat.

Tradisi munggahan sejak dulu sampai saat ini masih terlaksanan dengan baik dan penuh antusias oleh masyarakan muslim, padahal ini “bukan” ajaran Islam.

3. Padusan atau Mandi besar keramasan

Menyambut bulan Ramadhan dengan mandi besar, padusan, atau keramasan.

Amalan seperti ini juga tidak ada tuntunannya sama sekali dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam

Baca Juga:Dapat Untung Rp150.000 Sekali Main Game Penghasil Uang iniTernyata ini Alasan Kenapa Akun WPONE Tak Bisa WD Lagi

Puasa tetap sah jika kita tidak melakukan keramasan, atau padusan ke tempat pemandian atau pantai.

Mandi besar itu ada jika memang ada sebab yang menuntut untuk mandi seperti karena junub maka mesti mandi wajib (mandi junub).

Lebih parahnya lagi mandi semacam ini (yang dikenal dengan “padusan”), ada juga yang melakukannya campur baur laki laki dan perempuan ikhtilath) dalam satu tempat pemandian.

Ini sungguh merupakan kesalahan yang besar karena tidak mengindahkan aturan Islam.

Bagaimana mungkin Ramadhan disambut dengan perbuatan yang bisa mendatangkan murka ALLAAH?!

Cukuplah mengikuti Ajaran Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dalam beribadah.

4. Sesajen

Membuat sesajen tumpengan untuk slametan dengan membikin ancak ancak yang terbuat dari pelepah pohon pisang yang dibentuk segi empat.

Perbuatan ini menyerupai (tasyabuh) pada agama animisme.

5. Maaf-maafan

Meminta maaf itu disyariatkan dalam Islam.

Adapun meminta maaf tanpa sebab dan dilakukan kepada semua orang yang ditemui, tidak pernah diajarkan oleh Islam.

Baca Juga:Rating Drakor Terbaru Bulan Februari 2025, For Eagle Brothers Kalahkan Love Scout yang Sudah TamatApakah Aplikasi Penghasil Uang FUTURE PAY Aman? Kenapa Disebut Sebagai Pengganti WPONE

Maka kita patut hati hati dengan amalan yang tanpa dasar. Beramallah dengan ilmu dan sesuai tuntunan Rasul shallallaahu ‘alaihi wa sallam

Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata :

مَنْ عَبَدَ اللهَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ

“Barangsiapa yang beribadah kepada ALLAAH tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.”
(Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Ibnu Taimiyah)

ALLAAH Ta’ala berfirman :

“Dan jika dikatakan kepada mereka, marilah kalian kepada apa yang ALLAAH turunkan kepada Rasul, niscaya mereka berkata, cukuplah bagi kami apa yang kami
dapati bapak-bapak kami berada padanya. Apakah (mereka #Tauhid Manhaj & Aqidahtetap bersikap demikian) meskipun bapak-bapak mereka tidak mengetahui sesuatu apapun dan tidak mendapat petunjuk?”

0 Komentar