JABAR EKSPRES – Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah melakukan analisis kelayakan lahan di wilayah Kecamatan Cipatat untuk dijadikan Tempat Penampungan Sampah (TPS) sementara.
Analisis studi kelayakan atau biasa disebut dengan Feasibility Study (FS) ini guna menilai kualitas aspek-aspek krusial dalam proyek pengadaan lahan TPS sementara tersebut.
Sekedar diketahui, wilayah Kabupaten Bandung Barat saat ini tengah dilanda darurat sampah usai pembuangan ke TPAS Sarimukti dibatasi. Hal ini berdampak pada penumpukan sampah di beberapa titik, seperti di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kebersihan, pasar tradisional hingga menjamurnya TPS liar.
Baca Juga:Nekat Begal Seorang Perempuan, Dua Pria Diamankan Jajaran Polrestabes Bandung!Ditolak saat Memalak, Bang Jago Aniaya Dosen di Rancaekek Dibekuk Polisi
“Proses pengadaannya melalui kerjasama dengan Disperkim Bandung Barat, dan kita sedang melakukan analisis dampaknya dan lainnya seperti apa ke depan,” katanya.
Kendati demikian, ia menegaskan, baik DLH maupun Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) KBB sudah menentukan beberapa titik potensial untuk lahan TPS tersebut. Namun, keputusan layak atau tidaknya berada di ranah Disperkim.
Bahkan, DPRD KBB sebelumnya menargetkan anggaran pengadaan lahan tersebut sebesar Rp30 miliar. Akan tetapi karena keterbatasan persiapan yang matang membuat anggaran itu ditetapkan menjadi Rp2.5 miliar.
“Saya berharap anggaran untuk pengadaan lahan TPS ini bisa mencapai Rp 30 miliar. Namun, karena kajian dan persiapan belum matang, hasil Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menetapkan Rp 2,5 miliar sebagai tahap awal,” jelasnya.
